alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jusuf Kalla : Orang Jepang Tidak Pernah Bicara Dengan Tangan Kosong

Muhammad Yunus Rabu, 23 Juni 2021 | 05:00 WIB

Jusuf Kalla : Orang Jepang Tidak Pernah Bicara Dengan Tangan Kosong
Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 Muhammad Jusuf Kalla bersama Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono saat ditemui di kediamannya kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/4/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berbagi inspirasi dan pengalaman

SuaraSulsel.id - Jusuf Kalla, Founder Kalla Group menyebut orang Jepang tidak pernah bicara dengan tangan kosong, mereka selalu dibekali catatan.

"Jika berhadapan dengan mereka (orang Jepang), pasti bawa kertas. Di kertas itulah, membuat pola dan matriks sederhana terkait perencanaan hingga kesimpulannya," kata JK di Makassar, Selasa 22 Juni 2021.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berbagi inspirasi dan pengalaman kepada seluruh karyawan Kalla Group. Lewat acara "Kalla Talks" dengan tema "The Art & Wisdom of Leadership"

Pada kesempatan itu, JK sapaan karib Jusuf Kalla, banyak berbagi terkait bagaimana mengambil keputusan secara cepat dan tepat yang diakui banyak belajar dari warga Jepang.

Baca Juga: Ferdinand Singgung Jusuf Kalla: Menjadi Kaya Itu Bukan Karena Agamanya, Tapi Kerja Keras

"Saya juga begitu, mesti ada kertas agar bisa dibikin simpel. Tidak lebih dari 1-2 lembar. Saya juga baru bisa bekerja dan lebih gampang menjelaskan kepada staf apabila ada tulisan. Inilah salah satu yang saya lakukan sebelum mengambil keputusan," paparnya.

Bagi Jusuf Kalla, setiap keputusan mesti memakai intuisi yang berdasar dan memiliki hitungan. Minimal sudah ada jumlah investasi, dapat margin berapa, dan memiliki jadwal waktu (terjadwal).

"Saya pasti punya catatan kapan mulai, kapan jadinya. Harus dengan data-data, lalu mengambil kesimpulan bahwa ini yang saya pilih karena menghasilkan yang baik," ungkapnya.

Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki wawasan pengambilan keputusan yang kuat. Meskipun tak semua keputusan benar dan kadang ada yang keliru. Mereka akan selalu dihadapkan dengan risiko, sedangkan semua keputusan akhir itu ada pada tangan pemimpin.

"Karena selalu ada risiko besar untuk mendapatkan keuntungan yang besar. High risk, high gain. Tidak ada untung besar, risiko kecil. Tetapi, itu perlu perhitungan juga, jangan risiko melulu," kata Wakil Presiden ke-10 dan 12 Republik Indonesia ini.

Baca Juga: Rizal Ramli Diangkat Menteri oleh Jokowi, Jusuf Kalla: Hanya karena Kasihan

Jusuf Kalla mengungkapkan salah satu ciri kepemimpinan yang baik adalah keterbukaan kepada bawahan. Sejak meniti karir mulai dari pengusaha, direksi, menteri hingga Wakil Presiden selalu mendengarkan staf dengan cara makan siang bersama.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait