alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bukan Kiamat, Ini Dampak Matahari Terbit Dari Utara

Muhammad Yunus Kamis, 17 Juni 2021 | 15:20 WIB

Bukan Kiamat, Ini Dampak Matahari Terbit Dari Utara
Ilustrasi musim kemarau - (Pixabay/dekel)

Prakirawan BMKG Makassar mengungkapkan dampak yang terjadi akibat fenomena Gerak Semu Matahari

SuaraSulsel.id - Agusmin H, Prakirawan BMKG Makassar mengatakan dampak yang terjadi akibat fenomena Gerak Semu Matahari (GMS), dimana matahari terbit dari utara adalah pada cuaca.

Sekarang matahari lebih banyak menyinari belahan bumi utara. Sehingga musim panas di wilayah belahan utara. Sedangkan belahan selatan terjadi musim dingin.

Hal ini juga terjadi di wilayah Indonesia. Dengan musim kemarau dan musim hujan.

"Sekarang ini sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau," ungkap Agusmin kepada SuaraSulsel.id, Kamis 17 Juni 2021.

Baca Juga: 4 Ramalan Kiamat Tapi Tidak Jadi-jadi, Tabrakan Planet Sampai Suku Maya

Fenomena matahari terbit dari utara terlihat pagi ini oleh sejumlah warga di Sulawesi Selatan. Salah satunya direkam oleh warga di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Video warga yang menyebut fenomena tersebut sebagai hal yang aneh pun direspon sejumlah netizen. Warga net mengaitkan peristiwa tersebut dengan hari kiamat.

"Tanda-tanda kiamat," kata salah satu netizen.

Agusmin mengatakan, fenomena matahari terbit dari utara memang benar terjadi hari ini.

Fenomena tersebut merupakan hal yang lumrah atau normal terjadi pada setiap tahunnya. Fenomena tersebut biasanya disebut Gerak Semu Matahari (GSM).

Baca Juga: Bumi Berputar Semakin Cepat, Tanda Kiamat Sudah Dekat?

GSM merupakan suatu fenomena alam dimana kedudukan matahari seperti bergerak/bergeser ke utara dan selatan. Fenomena GSM ini terjadi setiap tahun. Dimana untuk kondisi saat ini matahari sedang bergerak/bergeser ke utara dan puncak kedudukannya di utara yaitu pada tanggal 21 Juni.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait