Ini Penyebab Jalur Zonasi PPDB Sulsel 2021 Terganggu

PPDB Sulsel 2021 dikeluhkan orang tua siswa

Muhammad Yunus
Kamis, 17 Juni 2021 | 08:37 WIB
Ini Penyebab Jalur Zonasi PPDB Sulsel 2021 Terganggu
Petugas menunjukkan situs pendaftaran daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 untuk jalur prestasi akademik dan non-akademik di Posko Pelayanan PPDB Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (11/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraSulsel.id - Penerimaan Peserta Didik Baru Sulawesi Selatan atau PPDB Sulsel dikeluhkan orang tua siswa. Khususnya untuk jalur zonasi.

Ketua Panitia PPDB SMA/SMK di Sulawesi Selatan Idrus mengaku sistem zonasi bermasalah karena sinkronisasi data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Servernya blank sehingga ada masalah pada titik koordinat wilayah saat mendaftar.

Idrus mengatakan, siswa yang mendaftar dalam semenit bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang. Hal tersebut yang membuat server Dukcapil gangguan.

"Itu tidak bisa saya pungkiri kalau ada sekolah bermasalah zonasinya. Ternyata server Dukcapil tidak mampu. Servernya blank. Kita sempat take off data," tuturnya, Kamis, 17 Juni 2021.

Baca Juga:Cegah Pungli Pelabuhan Makassar, Pelindo IV Digitalisasi Pergerakan Peti Kemas

Ia mengatakan sudah meminta pihak sekolah untuk mengecek ulang titik koordinat alamat siswa dengan jarak sekolah. Jarak yang paling dekat antara rumah siswa dan sekolah dituju yang akan diprioritaskan.

Idrus menambahkan pengaduan oleh wali murid juga bisa dilakukan di tiap sekolah. Mereka punya call center.

Jika tidak selesai di sekolah, maka bisa mengadu ke kantor Dinas Pendidikan. Pegawai dari dinas Dukcapil ada yang siaga untuk membantu verifikasi.

"Di sekolah ada operator atau admin untuk menerima aduan. Mereka sudah kita latih secara teknis, jauh sebelum PPDB dimulai," ungkapnya.

Disdik pun sudah memperpanjang pendaftaran untuk jalur zonasi. Perpanjangan dibuka pukul 08.00-17.00 Wita pada 17 Juni 2021.

Baca Juga:Terduga Otak Pembunuhan dan Pembakar Mayat di Maros Ditangkap

"Hanya sehari kita perpanjang. Mereka yang tidak bisa login pada hari pertama bisa daftar ulang," tukasnya.

Sejumlah orang tua mengeluhkan sistem jalur zonasi tahun ini. Mereka yang tinggal dekat salah satu sekolah, malah terlempar ke sekolah yang jaraknya lebih jauh dari rumah.

Hal tersebut terlihat draft pengaduan di Posko PPDB SMAN 5 Makassar. Salah satu orang tua mengeluhkan soal titik koordinat yang berbeda, bahkan alamatnya terlempar sampai di Negara Jerman.

Panitia Pengaduan PPDB di sekolah tersebut Yunus, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut. Mereka menyediakan formulir pengaduan bagi calon siswa dan orang tua untuk memperbaiki kesalahan.

Pada posko pengaduan PPDB itu, ada lima orang tua yang mengeluhkan hal yang sama. Soal sistem zonasi yang disebutnya tak adil.

Salah satunya dialami orang tua siswa, Risna. Anaknya juga mendaftar di SMAN 5 Makassar karena jaraknya yang hanya 200 meter dari rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini