Langganan Kebakaran, Pedagang : Kami Capek dan Rugi, Pasar Terbakar Terus

Waktu kejadian selalu pada malam hari dan situasi yang sepi

Muhammad Yunus
Rabu, 26 Mei 2021 | 17:40 WIB
Langganan Kebakaran, Pedagang : Kami Capek dan Rugi, Pasar Terbakar Terus
Kebakaran di Pasar Dungingi, Kota Gorontalo, terjadi pada Selasa (25/5/2021) / [gopos.id]

SuaraSulsel.id - Kebakaran Pasar Dungingi, Kota Gorontalo, yang terjadi pada Selasa (25/5/2021) membuat lelah dan rugi pedagang. Mereka mengaku, pasar tempat mereka mancari nafkah sudah menjadi langganan kebakaran.

Kebakaran kemarin merupakan kali ketiga terjadi di Pasar Dungingi. Deretan kebakaran yang berlangsung dalam rentang waktu dua tahun terakhir membuat para pedagang prihatin.

Pasalnya, tak sedikit kerugian yang harus ditanggung pedagang. Akibat dampak dari kebakaran.

Penuturan dari beberapa pedagang, mereka harus mengeluarkan biaya berkisar Rp 1-3 juta untuk memperbaiki lapak yang hangus terbakar. Biaya tersebut belum termasuk modal yang harus disediakan untuk bisa kembali berjualan.

Baca Juga:Babak Baru Dugaan Korupsi di Damkar Depok, Kejari Kembali Panggil Saksi

“Rugi dan capek. Sudah tiga kali terbakar, kasihan kami para pedagang,” ungkap para pedagang di Pasar Dungingi.

Para pedagang juga menilai kebakaran yang melanda pasar Dungingi, agak ganjil. Sebab sudah tiga kali dengan kejadian yang hampir mirip.

Waktu kejadian pada malam hari dan situasi yang sepi. Kemudian sumber api diduga berasal dari arus pendek atau korsleting listrik. Padahal menurut para pedagang, peralatan listrik yang digunakan memiliki daya yang kecil.

“Hanya lampu dan beberapa peralatan. Tak lebih dari 100 watt, kecil,” ungkap mereka.

Sementara itu pantauan gopos.id -- jaringan Suara.com, mayoritas lapak yang ada di Pasar Dungingi terbuat dari kayu. Jarak antara satu lapak dengan lapak lainnya cukup dekat.

Baca Juga:Demi Keselamatan Warga, Damkar Jogja Rutin Lakukan OTT

Pada bagian dalam lapak mayoritas ditempati pedagang beras dan sayur-mayur. Sementara di bagian belakang ditempati pedagang ikan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini