Selanjutnya pada bagian samping ditempati pedagang makanan dan buah-buahan. Aktivitas perdagangan di Pasar Dungingi kesehariannya berlangsung mulai pukul 06.00 Wita, hingga pukul 20.00 Wita.
Di sisi lain, pasca kebakaran pada 19 September 2019, hingga saat ini belum dilakukan perbaikan atau renovasi pada kios-kios yang terbakar. Puing-puing bekas sisa kebakaran masih tampak jelas.
“Mudah-mudahan peristiwa ini bisa diusut tuntas. Pastinya kami akan was-was kalau tiba-tiba terbakar lagi,” harap para pedagang.
Ma Amu salah seorang pedagang saat ditemui Gopos.id menghela napas dalam-dalam. Matanya berkaca-kaca. Lapak yang menjadi tempat dirinya meraup rezeki sehari-hari kini tinggal puing-puing.
Baca Juga:Babak Baru Dugaan Korupsi di Damkar Depok, Kejari Kembali Panggil Saksi
Api telah menghanguskan lapak dan barang-barang milik perempuan paruh baya tersebut.
Selain lapak milik Ma Amu, ada dua lapak lainnya ikut terbakar. Keduanya merupakan milik Ma Uda, dan Muna. Tak ada yang tersisa.
Etalase kaca hingga peralatan makanan yang ada di lapak semuanya hangus. Menjadi arang dan tak bisa lagi digunakan.