“Ada waktu untuk lahir, ada waktu meninggal, beliau kerja luar biasa untuk masyarakat Papua dan gereja. Kami merasa kehilangan,” ucapnya.
Ia mengimbau seluruh umat Tuhan agar menerima kepergian mendiang Klemen Tinal dengan lapang dada. Dia juga meminta masyarakat datang dengan tertib ke Gedung Negara yang akan menjadi tempat disemayamkannya jenazah.
“Kami imbau seluruh umat Tuhan, mari kita menerima dengan lapang dada, Tuhan yang tahu oleh karena itu mari kita menerimanya. Jangan ada gerakan tambahan, kita menghargai tokoh besar, mari dengan datang dengan tertib dan ibadah penghiburan di Gedung Negara,” pesannya.
Klemen Tinal lahir di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada 23 Agustus 1970. Sebelumnya ia menjabat sebagai Bupati Mimika.
Baca Juga:Ketua MUI Mimika: Kami Umat Islam Merasa Sangat Kehilangan Klemen Tinal