alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

KH Sanusi Baco Akan Disalatkan di Masjid Raya dan Dimakamkan di Maros

Muhammad Yunus Minggu, 16 Mei 2021 | 05:19 WIB

KH Sanusi Baco Akan Disalatkan di Masjid Raya dan Dimakamkan di Maros
KH Sanusi Baco bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sebuah kesempatan / [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Anregurutta Haji Sanusi Baco meninggal dunia pada hari Sabtu 15 Mei 2021 di Primaya Hospital Kota Makassar

SuaraSulsel.id - Anregurutta Haji Sanusi Baco meninggal dunia pada hari Sabtu 15 Mei 2021 di Primaya Hospital Kota Makassar jelang Salat Isya.

Hari ini almarhum akan disalatkan usai Salat Dhuhur di Masjid Raya Makassar. Usai disalatkan, almarhum akan dibawa ke kampung halaman di Talawe Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros. Lokasinya tepat di belakang rumah orangtua almarhum.

Saat ini, jenazah KH Sanusi Baco masih disemayamkan di rumah Jalan Kelapa 3 nomor 31 Kota Makassar.

Muammar Bakri,  Imam Besar Masjid Al Markaz Al Islami Makassar yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN Alauddin Makassar memimpin acara tahlilan di rumah duka.

Baca Juga: Mahfud MD: KH Sanusi Baco Sangat Luas Ilmunya dan Lembut Penampilannya

Sejumlah tokoh sudah berdatangan melayat. Seperti Kapolda Sulsel, Wali Kota Makassar, Wakil Gubernur Sulsel, Pengurus Nahdlatul Ulama Sulsel dan banyak warga yang terus berdatangan.

Pihak kepolisian dan Satpol PP saat ini menutup akses masuk ke rumah almarhum.

Tokoh agama Sulsel KH Sanusi Baco meninggal di usia 84 tahun. Ia meninggal karena sakit kolik Abdomen. Sekadar diketahui, penyakit ini adalah nyeri hebat pada perut yang sifatnya hilang timbul.

Mengutip dari hasil penelitian Dosen Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Abdul Kadir Ahmad, Sanusi Baco adalah salah seorang ulama Sulawesi Selatan yang memiliki kompetensi keulamaan yang memadai.

Selain tugas pokoknya sebagai pendidik la merupakan perekat dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Baca Juga: Plt Gubernur Sulsel : Sanusi Baco Ajarkan Cara Jadi Pemimpin Jujur

Ia tidak meledak-ledak dan selalu memilih kata-kata yang bijaksana dalam berucap, termasuk selalu prima dalam berpakaian termasuk dalam suasana duka sekalipun. Itulah sebabnya pandangan hidupnya terkait berbagai aspek kehidupan diangkat dalam penelitian.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait