alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Begini Penderitaan Hidup KH Sanusi Baco Sampai Menjadi Ulama

Muhammad Yunus Sabtu, 15 Mei 2021 | 20:50 WIB

Begini Penderitaan Hidup KH Sanusi Baco Sampai Menjadi Ulama
KH Sanusi Baco bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sebuah kesempatan / [SuaraSulsel.id / Istimewa]

KH Sanusi Baco Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan meninggal dunia karena sakit

SuaraSulsel.id - KH Sanusi Baco, Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan meninggal dunia karena sakit, Sabtu 15 Mei 2021.

Mengutip dari hasil penelitian Dosen Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Abdul Kadir Ahmad, yang diterbitkan Jurnal Al Qalam,  Volume 18 Juli - Desember 2012 dijelaskan bahwa Sanusi, demikian panggilan KH Sanusi baco.

Sanusi Baco Lahir tanggal 3 April 1937 di Talawe, sebuah desa di Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Desa kelahiran Sanusi Baco lebih populer dengan nama Panjallingang. Sanusi Baco sendiri mengaku dirinya bukanlah turunan ulama. Ayah dan kakeknya petani.

Baca Juga: Sebelum Meninggal Dunia, KH Sanusi Baco Mengalami Sakit Ini

Bedanya dengan petani lain bahwa keluarganya termasuk golongan muhibban yaitu orang-orang yang cinta ilmu dan cinta ulama. Karena itu. orang tuanya mengarahkannya ke (pendidikan) agama. Awalnya, agar semua anaknya pintar mengaji.

Sebagaimana anak-anak lainnya, usia lima tahun Sanusi dan saudara-saudaranya sudah harus belajar mengaji ke guru mengaji di kampungnya. Anak-anak mengaji secara tradisional di rumah guru sambil duduk bersila, yang dilakukan di sore hari.

Sanusi mengawali pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat (1945-1948) di desa kelahirannya. Waktu itu zaman pendudukan Jepang.

Setelah tamat SR, Sanusi melanjutkan pelajaran ke Vervolk School (WS) di Kota Maros, kemudian ia dikirim ke Makassar untuk belajar di Darud Dakwah Wal Irsyad di Galesong Baru.

Setahun di Makassar, ia dipanggil pulang karena adiknya, perempuan, sakit yang tidak lama kemudian meninggal. Kepergian adiknya itu rupanya berpengaruh pada kondisi kesehatan ibunya yang akhirnya meninggal pada tahun yang sama.

Baca Juga: Innalillah, Ketua MUI Sulsel Sanusi Baco Meninggal Dunia

Waktu itu umur Sanusi baru 13 tahun. Ia terpaksa berhenti sekolah dan ikut membantu bapaknya bertani. Pamannya, Haji Ali, berinisiatif mengirimnya ke Pesantren Mangkoso tahun 1950.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait