alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Media Korea Utara Sebut Vaksin Tidak Mujarab Cegah Covid-19

Muhammad Yunus Rabu, 05 Mei 2021 | 02:05 WIB

Media Korea Utara Sebut Vaksin Tidak Mujarab Cegah Covid-19
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [AFP]

Media pemerintah Korea Utara memperingatkan kemungkinan pertempuran panjang melawan Virus Corona

SuaraSulsel.id - Surat kabar Korea Utara itu mendesak orang-orang untuk bersiap menghadapi pandemi yang berkepanjangan, menggambarkannya sebagai "kenyataan tak terhindarkan" yang memerlukan upaya untuk memperkuat langkah-langkah anti virus serta menumbuhkan loyalitas kepada pemimpin Kim Jong Un dan partainya.

Media pemerintah Korea Utara memperingatkan kemungkinan pertempuran panjang melawan Virus Corona. Karena vaksin yang dikembangkan perusahaan obat global disebut terbukti "bukan obat mujarab universal".

Negara itu belum secara resmi mengonfirmasi adanya infeksi, meskipun para pejabat Korea Selatan mengatakan wabah di sana tidak dapat dikesampingkan, karena Korea Utara memiliki hubungan perdagangan dan antarmasyarakat dengan China, sebelum menutup perbatasannya awal tahun lalu.

Rodong Sinmun, surat kabar resmi Partai Buruh yang berkuasa, mengatakan pandemi malah memburuk, meskipun vaksin sudah dikembangkan.

Baca Juga: Insentif Guru Honorer di Sulsel Naik Jadi Rp 15 Ribu per Jam

Vaksin anti virus corona baru yang diperkenalkan secara kompetitif oleh berbagai negara pernah dianggap sebagai secercah harapan. Bagi umat manusia karena dianggap dapat mengakhiri perang melawan penyakit menakutkan ini, sebut media itu.

"Tetapi situasi di banyak negara dengan jelas membuktikan bahwa vaksin tidak pernah menjadi obat mujarab universal," kata surat kabar tersebut, yang mengutip laporan berita tentang meningkatnya jumlah kasus baru di luar negeri dan masalah keamanan.

Korea Utara berharap menerima hampir dua juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca pada paruh pertama tahun ini, melalui program berbagi vaksin global COVAX.

Namun, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Korea Utara Edwin Salvador mengatakan pada April bahwa pengiriman vaksin ditunda karena kekurangan pasokan, mengutip Aliansi Vaksin GAVI.

Dalam komentarnya kepada Reuters, Salvador mengatakan Korea Utara sedang menyelesaikan persyaratan teknis yang diperlukan untuk menerima vaksin. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut. (Antara)

Baca Juga: Mabes Polri : Masih Banyak Pungli di Sulsel

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait