Penyelenggaraan jalan di Sulsel mulai tahun 2018-2020, dilakukan alokasi anggaran senilai Rp 891 Miliar, melalui pembangunan jalan aspal sepanjang 308 km, pembukaan jalan sepanjang 128 km, pembangunan jembatan sepanjang 264 m, pemeliharaan jalan sepanjang 7.583 km, dan pemeliharaan jembatan sepanjang 8.468 m.
"Kami sampaikan bahwa Sulawesi Selatan masih fokus mengejar pembangunan infrastruktur. Dahulu, biasanya anggaran infrastruktur sekitar Rp 200 Miliar. Tapi kami menekan program kegiatan dari 6 ribu, kita perkecil lagi dan sekarang kurang dari 500 program kegiatan. Dampaknya, program kegiatan lebih terasa di masyarakat. Jika biasanya (infrastuktur) Rp 200 miliar, kita bisa melonjak sekitar Rp 1 triliun. Hal itu karena adanya efisiensi dan fokus program tertentu sehingga cabang program yang banyak kita persempit area pergerakannya," paparnya.
Beberapa usulan program prioritas lainnya yang disampaikan Plt Gubernur dalam Musrenbang Regional Sulawesi tersebut, yakni koneksi Makassar New Port (MNP)-Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa Gowa, dan Takalar)-Outer Ring Road, dan lanjutan rencana kereta api.
Prioritas lainnya, kata dia, pembangunan jalan koneksi antar daerah Sabbang-Tallang-Seko-Rampi- Batas Provinsi Sulteng, koneksi daerah Bua-Rantepao-Parigi-Bungoro, rehabilitasi daerah irigasi existing, pembangunan kabel listrik bawah laut untuk kepulauan, Air Siap Minum (ARSINUM) untuk pesisir dan kepulauan, extend runway dan direct flight ke Kabupaten Toraja, serta direct flight cargo Makassar-Luar Negeri.
Baca Juga:Proyek Siluman Dinas PUTR Sulsel : Edy Rahmat Tanda Tangan Kontrak
Plt Gubernur berharap usulan program prioritas pembangunan Sulsel untuk Tahun 2022 ini dapat terealisasi karena Sulawesi Selatan merupakan "hub" kawasan Indonesia Timur, sehingga program ini dianggap dapat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat di kawasan Indonesia Timur khususnya di kawasan Sulawesi.