Berbahaya, Pesawat Garuda Indonesia Batal Mendarat di Bandara Hasanuddin

Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 642 batal mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Muhammad Yunus
Jum'at, 02 April 2021 | 09:07 WIB
Berbahaya, Pesawat Garuda Indonesia Batal Mendarat di Bandara Hasanuddin
Awan hitam di langit kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (21/11) / [Dokumentasi]

Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Darmawan mengatakan hujan lebat dan angin kencang diakibatkan oleh peningkatan aktifitas potensi pertumbuhan awan hujan di Sulsel.

Hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang melanda beberapa wilayah di Sulsel, termasuk di Pesisir Barat, yakni Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Selayar, Makassar, Takalar dan Gowa.

"Kondisi ini diperkirakan terjadi karena adanya labilitas kuat yang mendukung proses konvektif pada wilayah tersebut," ujar Darmawan, Jumat, 2 April 2021.

Selain itu, kondisi MJO atau Madden Julian Osscilation aktif di kuadran 4 (maritime continent), equator rossby wave atau gelombang yang berpropagasi ke arah barat yang aktif serta adanya daerah konvergensi sepanjang selat Makassar.

Baca Juga:845 Petugas Bandara Hasanuddin Disuntik Vaksin Pakai Merek Ini

"Ini menyebabkan potensi hujan tinggi di daerah tersebut," tambahnya.

Darmawan mengimbau bagi masyarakat yang menggunakan transportasi udara dan laut agar tetap waspada dan tetap berhati-hati terhadap dampak hidrometeorologi yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi disertai angin kencang yang akan terjadi hingga besok.

Dampak tersebut antara lain banjir, tanah longsor, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan meluapnya perairan.

Kondisi ini, kata Darmawan juga akan sangat berpengaruh terhadap jadwal penerbangan dan pelayaran. Masyarakat juga diminta untuk tetap memperhatikan info dari BMKG untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dengan baik.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Baca Juga:Kapal tenggelam di Teluk Jakarta karena Ombak Besar dan Cuaca Buruk

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini