Tulus menyampaikan, kebanyakan terkendala aspek infrastruktur yakni keterbatasan ruangan. Tapi bisa dicarikan solusi dengan pemanfaatan outdoor. Kemudian ada aspek yang terkait dengan inovasi dan keunikan perpustakaan sekolah yang bersangkutan.
Sebelum Tim turun, disarankan sekolah lakukan Sentuh Pustaka mandiri. Sedangkan untuk penyusunan borang nanti didampingi oleh KKPS.
Tulus menekankan, akreditasi bukan akhir, melainkan bagaimana kemanfaatan perpustakaan bagi pemustaka, terutama dukungan terhadap pembelajaran. Apalagi selama Pandemi anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Selama pandemi yang mesti dilakukan adalah layanan melalui online, agar buku digital yang jadi koleksi perpustakaan bisa diakses melalui gawai anak-anak," sarannya.
Baca Juga:Gabung Klub Korsel, Kecintaan Asnawi Mangkualam pada Makassar Tak Luntur
Selama Sentuh Pustaka di SDN Borong, Tim diterima oleh pustakawan SDN Borong, Saparuddin Numa. Saparuddin menjelaskan bahwa perpustakaannya sudah bisa diakses secara online karena berbasis digital.
Perpustakaan SDN Borong, yang diberi nama Perpustakaan Gerbang Ilmu, juga sudah memiliki nomor pokok perpustakaan (NPP). Namun masih perlu dibuatkan SK tenaga perpustakaan dari Dinas Perpustakaan.
Di perpustakaan ini nanti guru-guru membuat video-video pembelajaran di ruang multimedia. Selain itu, konsep perpustakaan akan dikembangkan berbarengan dengan program adiwiyata dan Kantin Pustaka. Selain ruang multimedia, idealnya ada ruang baca, ruang koleksi, terdiri atas koleksi umum dan koleksi buku paket.
Di perpustakaan akan ada komputer untuk visitor sehingga pengunjung hanya menempelkan barcode. Jadi kalau anak-anak sudah punya kartu, di situ juga ada barcode-nya. Saat masuk, mereka akan menempelkan kartu pada pembaca barcode-nya.
Ketua KKPS Kota Makassar, Melati, S.PdI, mengatakan bahwa organisasinya ikut melakukan pendampingan, berupa teknis pengelolaan perpustakaan, penataan buku dan ruangan, serta asistensi untuk aplikasi Slim dan tenaga IT, berupa simulasi atau praktik di lokasi. Pihaknya ikut berkeliling ke-16 sekolah yang ikut akreditasi.
Baca Juga:Tinggalkan PSM demi Ansan Greeners, Asnawi: Saya Merasa Tak Ada Beban
"Cara menyiasati keterbatasan ruangan, yakni dengan mendistribusikan buku paket ke kelas-kelas, sebagaimana dilakukan di sekolahnya," begitu tips yang diberikan.