facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gubernur Minta Pengungsi Gempa Sulbar Kembali ke Rumah, Ada Apa?

Ronald Seger Prabowo Sabtu, 06 Februari 2021 | 19:06 WIB

Gubernur Minta Pengungsi Gempa Sulbar Kembali ke Rumah, Ada Apa?
Gubernur Sulawesi Barat Andi Ali Baal Masdar. [Suara.com/Bagaskara]

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar meminta para warga yang rumahnya masih layak dihuni dan masih berada di pengungsian, agar dapat kembali ke rumahnya masing-masing.

SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar meminta para warga yang rumahnya masih layak dihuni dan masih berada di pengungsian, agar dapat kembali ke rumahnya masing-masing.

Menurut gubernur, masyarakay bisa beraktivitas seperti di rumah masing-masing. Hal tersebut pascaberakhirnya masa tanggap darurat gempa bumi.

"Kepada warga yang ada di pengungsian, jika memang kondisi rumahnya dalam kondisi ringan dan masih memungkinkan untuk ditinggali supaya kembali ke rumah, dengan tetap waspada dan hati-hati," kata Ali Baal Masdar, di Mamuju, seperti dilansir Antara, Sabtu (6/2/2021).

Untuk itu, Ali Baal berharap peran serta lurah, kepala desa dan relawan untuk mensosialisasikan informasi tersebut. Dirinya tak menampik keinginan agar warga kembali ke rumah masing-masing tidak mudah, mengingat rasa trauma yang masih ada.

Baca Juga: Pembelajaran Gempa Sulbar, Fenonema dan Dampak Kerusakan Bangunan

"Namun bukan berarti tidak dapat dilaksanakan. Tinggal bagaimana kita melakukan pendekatan kepada masyarakat dan mensosialisasikannya," paparnya.

Gubernur menyampaikan bahwa tim Transisi Darurat Pemulihan Bencana Provinsi Sulbar telah menggelar rapat koordinasi tahap pertama, pascaberakhirnya masa tanggap darurat gempa bumi.

Pada rapat koordinasi tahap pertama transisi darurat pemulihan bencana itu dihadiri Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammmad Idris, Bupati Majene Lukman, Wakil Bupati Mamuju Irwan Pababari, para pimpinan OPD, camat, lurah dan kepala desa yang terdampak gempa.

Pada Rakor itu Gubernur meminta kepada pihak kabupaten dan kecamatan yang terdampak untuk benar-benar menyiapkan data, khususnya terkait kebutuhan tenda maupun logistik lainnya.

"Kabupaten dan kecamatan itu harus berkoordinasi dengan kelurahan maupun desa yang masyarakatnya terdampak gempa untuk didata, kebutuhan apa saja yang diperlukan, baik tenda, kebutuhan pokok maupun kebutuhan lainnya seperti air bersih dan MCK," terangnya.

Baca Juga: ACT Distribusikan 1.000 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar

"Sehingga warga di pengungsian betul-betul bisa dipastikan tidak kekurangan logistik dan kebutuhan lainnya. Selain itu, juga harus bagus pendistribusiannya agar kebutuhan logistik dan lainnya terpenuhi," kata Ali Baal Masdar.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait