Hari ketiga pasca gempa, PLN mengalami musibah. Longsor di jalur Majene membuat sejumlah instalasi terganggu. Dampaknya, 46 gardu yang sudah menyala kembali mati.
PLN menerjunkan 236 personil untuk segera melakukan perbaikan. Hasilnya, 656 gardu mampu dinyalakan di hari ketiga.
Selasa 19 Januari 2021 atau hari keempat pasca gempa, jumlah gardu distribusi yang menyala sebanyak 812 unit. Mampu melayani 82.131 pelanggan.
Rabu 20 Januari 2021, Petugas PLN berhasil menyalakan 57 gardu. Sehingga total gardu terdampak yang menyala pasca gempa sebanyak 851 gardu. 97 persen dari total 872 gardu terdampak.
Baca Juga:Viral Korban Gempa Mamuju Disuruh Pindah karena Ada Jokowi, Ini Kata Istana
“Alhamdulillah, listrik sudah hampir normal seluruhnya. Kini lebih dari 83 ribu pelanggan dapat kembali menikmati listrik," kata Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda, Rabu 20 Januari 2021.
Menurut Huda, tersisa 16 gardu yang belum menyala. Terdapat di Kecamatan Ulumanda. Kendalanya adalah jalan menuju lokasi belum dapat diakses. Sementara enam gardu lain tersebar di Kecamatan Tapalang Barat, Mamuju, dan Malunda.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Jika jalan sudah bisa dilalui, petugas kami langsung menuju Ulumanda memulai perbaikan 16 gardu yang belum menyala,” pungkas Huda.
![Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik pasca gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat / [Foto PLN]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/21/63482-pln.jpg)
Fokus ke Titik Vital
Fasilitas publik seperti rumah sakit dan kantor pelayanan publik menjadi prioritas petugas PLN di lapangan.
Baca Juga:Mengancam Nyawa, Tim SAR Setop Pencarian Korban Tertimbun Longsor di Majene
“Rumah sakit menjadi titik vital. Khususnya untuk memberikan perawatan kepada korban," kata General Manager PLN UIW Sulselrabar Awaluddin Hafid, Minggu 17 Januari 2021.