![Sabun SANRISE produksi KBA Burasa Rappocini Makassar / [Foto Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/31/20450-kampung-berseri-astra.jpg)
Pemuda SANRISE tidak hanya mengandalkan anggota untuk melakukan pemasaran. Jika ada warga yang tertarik menjual produk SANRISE akan diberikan kesempatan. Setiap hasil penjualan akan diberikan komisi.
Wanny mengaku, usaha SANRISE saat ini masih fokus melayani pesanan dari perusahaan. Setiap bulan sudah ada perusahaan dari Grup Astra yang menjadi langganan.
Sebanyak 20 anak perusahaan Grup Astra di Kota Makassar dan sebagian daerah di Sulawesi Selatan sudah memanfaatkan produk SANRISE.
"Alhamdulillah sudah ada yang kontrak juga," kata Wanny.
Baca Juga:Ekspor Kendaraan dari Grup Astra Mencapai 61 Persen Total Ekspor Nasional
Wanny berharap usaha sabun cuci tangan ini bisa berkembang. Menjadi perusahaan yang merekrut banyak tenaga kerja.
"Karena selama ini masih dijadikan penghasilan sampingan anak muda di Rappocini," katanya.
Saat pandemi, banyak usaha yang gulung tikar. Kehadiran usaha sabun cuci tangan dan cuci piring SANRISE bisa sedikit membantu warga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Jika ada permintaan dalam jumlah besar, warga di KBA Burasa yang menjadi korban PHK akan dipanggil untuk terlibat produksi.
"Penghasilannya tidak banyak, tapi bisa meringankan beban di tengah pandemi," kata Wanny.
Baca Juga:Grup Astra Berpartisipasi dalam Ekspor Nonmigas Masa Pandemi COVID-19
Untuk membesarkan usaha ini, kata Wanny, pengelola harus lebih gencar melakukan promosi. Meningkatkan jumlah penjualan. Agar semakin banyak produksi dan keuntungan yang bisa diperoleh.