Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir ini podcast telah menjadi medium atau media yang semakin diminati. Terlebih lagi, karena hampir setiap saat ada poscast baru yang hadir. Seperti di group Line Messenger Komunitas #PodcastIndonesia.
Yang menjadi tempat para podcaster dan pendengar podcast. Untuk berbagi informasi mengenai puluhan update episode-episode baru yang terus menerus bermunculan setiap hari. Mulai dari tema dan genre yang berbeda.
Dengan melihat semakin pesatnya perkembangan podcast di tahun 2019, Oleh karena itu, LPKNM membuat terobosan dengan memanfaatkan podcast.
Sebagai alat investasi untuk keberlanjutan organisasi untuk penyediaan akses informasi pengurangan dampak buruk dan HIV bagi pengguna narkotika.
Baca Juga:Ada Pohon Tumbang di Jalan Sultan Alauddin Makassar
Terlebih lagi, setelah melihat banyaknya fakta di lapangan yang memperlihatkan meningkatnya perubahan pola perilaku pengguna narkotika di kalangan anak muda.
Dimana, setelah menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Mereka kerap menghabiskan waktu dengan mengakses internet melalui smartphone.
"Hal ini juga didasari dan didukung oleh hasil capaian LPKNM selama 2 tahun menjalankan program harm reduction (program pencegahan penularan HIV pada pengguna narkotika)," jelas Syahrul.
Selain itu, kata dia, poscast juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang menjalankannya atau yang dikenal dengan sebutan podcaster. Untuk menyalurkan hobi mereka yang suka diskusi mengenai topik-topik tertentu selama pandemi corona yang belum berakhir ini.
Sedangkan, di dunia bisnis poscast juga dapat digunakan sebagai salah satu upaya kunci sukses di dunia bisnis. Namun yang paling utama, menjalankan sebuah podcast dengan baik yang dapat meningkatkan kredibilitas sebagai podcaster.
Baca Juga:Tempat Wisata Makassar Paling Hits dan Terpopuler
"Kita pasti tahu kalau topik diskusi dalam sebuah podcast perlu riset yang matang karena elemen utamanya adalah analisis kritis," terang Syahrul.