alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cara Mengenali Pemilih Siluman di Pilkada Serentak 2020

Muhammad Yunus Selasa, 08 Desember 2020 | 18:15 WIB

Cara Mengenali Pemilih Siluman di Pilkada Serentak 2020
Simulasi tahapan pencoblosan pilkada yang digelar KPU Pemalang beberapa waktu lalu. (Dok. KPU Pemalang)

Petugas KPPS harus pandai mengetahui adanya mobilisasi pemilih yang tidak terdaftar

SuaraSulsel.id - Pilkada serentak 2020 akan digelar besok, Rabu 9 Desember 2020. Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Tidak hanya menjaga dan mengimbau warga agar tetap disiplin protokol kesehatan, Petugas KPPS juga harus pandai mengetahui adanya mobilisasi pemilih yang tidak terdaftar, alias pemilih siluman.

Pasalnya, pemilih yang datang akan menggunakan masker atau pelindung wajah. Sehingga tidak semua wajah pemilih bisa dilihat petugas. Butuh kerja tambahan, agar tidak terjadi penipuan di TPS

Anggota KPU Makassar Endang Sari mengimbau Petugas KPPS untuk membuka mata, mengidentifikasi setiap warga yang datang memilih di TPS.

Baca Juga: BMKG: Kota Makassar Akan Diguyur Hujan Saat Warga Menuju TPS

Untuk mencegah potensi penggelembungan suara dan identitas palsu. Endang mengimbau agar Petugas KPPS yang sudah dipilih mengenali warga setempat.

Jika ada yang mencurigakan, petugas KPPS harus meminta dokumen asli pemilih.

"Karena Petugas KPPS ini dipilih dari warga setempat. Jadi mereka bisa lebih tahu warga di sekitar lingkungannya," jelas Endang, Selasa (8/12/2020).

KPU Makassar menginformasikan jadwal pencoblosan dimulai pada pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 12.00 waktu setempat. Sementara itu penghitungan suara dimulai pada pukul 12.00 hingga 24.00 waktu setempat.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilwalkot Makassar 2020 sebanyak 901.087 pemilih. Jumlah DPT itu mengalami penurunan jika dibanding pada Pilwalkot 2018 dan Pemilu 2019.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak

Masyarakat yang belum punya surat panggilan atau surat model C.PEMBERITAHUAN-KWK, tetapi terdata di Daftar Pemilih Tetap (DPT) boleh mencoblos. KPU memastikan mereka bisa menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait