alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nabi Muhammad dan Islam Dihina, Wahdah Islamiyah Boikot Produk Prancis

Muhammad Yunus Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:41 WIB

Nabi Muhammad dan Islam Dihina, Wahdah Islamiyah Boikot Produk Prancis
Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin

Wahdah Islamiyah mengutuk keras tindakan penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan agama Islam yang terjadi di Prancis

SuaraSulsel.id - Wahdah Islamiyah mengutuk keras tindakan penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan agama Islam yang terjadi di Prancis. Termasuk mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang mengeluarkan pernyataan dukungan akan tindakan penistaan itu.

“Kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW adalah bagian dari keislaman yang melekat pada diri Muslim,” kata Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin, Selasa (27/10/2020).

Kejadian beberapa waktu ini, terutama di negara Prancis, dimana penistaan terhadap Rasulullah menjadi marak dan menjadi fenomena umum.

Sungguh merupakan hal sangat memicu kemarahan kaum muslimin yang sangat mencintai nabinya

Sebanyak tujuh poin pernyataan sikap yang dilayangkan Wahdah Islamiyah, yakni mengutuk setiap bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap Rasulullah Muhammad SAW, kapan dan di mana pun serta siapa pun, termasuk yang terjadi di Prancis beberapa waktu lalu yang didukung Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Wahdah meminta pemerintah Prancis serta semua pihak yang terlibat untuk segera menghentikan penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Dimana provokasi keji ini sangat berpotensi memicu tindak kekerasan yang telah mereka rasakan sendiri.

Berikutnya, Wahdah mendesak pemerintah Indonesia untuk segera memulangkan Duta Besar Prancis dan menutup kedutaan besarnya di Jakarta.

Wahdah juga mengimbau kepada segenap anggota, kader, dan simpatisan serta seluruh ummat Islam untuk memboikot produk Prancis dan semua yang mendukungnya dalam penghinaan pada Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Selanjutnya, Wahdah juga menyeru kepada kaum muslimin internasional untuk menjadikan peristiwa itu sebagai momentum semakin meningkatkan persatuan dan persaudaraan umat Islam sedunia.

“Karena kekuataan untuk membela dan mempertahankan kehormatan Islam dengan izin Allah terletak pada persatuan dan kesatuan kaum muslim,” kata Ustadz Zaitun.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait