"Mantap sekali dg fuji," tulis Widia.
Informasi yang diperoleh, pesta pernikahan digelar di Kelurahan Tolo Timur, Lingkungan Balang Pasui, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto,Sulsel.
Sejak diposting beberapa hari yang lalu, informasi Widia sudah hampir 4 ribu kali dibagikan. Mendapat seribu tanggapan dan hampir 300 komentar pengguna Facebook.
"Namanya juga tradisi. Jadi harus dihargai. Lagi pula tidak haram," ungkap Sinta Yuriza.
Baca Juga:Detik-detik Istri Labrak Suami Akad Nikah dengan Wanita Lain: Istighfar Pah
"Kalo mampu tidak masalah kok. Itu bentuk penghargaan dan keseriusan laki-laki dalam meminang mempelai perempuan," tulis Nur Afiat Pratiwi.
Meski banyak yang mendukung, ada juga beberapa netizen yang menganggap budaya uang panaik sebagai hal yang memberatkan.

Netizen Bandingkan dengan Mahar Nabi Muhammad
Akun Lisa Kusumati mengatakan, Nabi saat menikah dengan Siti Khadijah memberi mahar 20 ekor unta. “Kalau sekarang dirupiahkan senilai sekitar Rp 1,1 miliar,” kata Lisa.
Arin Prasetya pun berkomentar, zaman Rasulullah, melamar Khadijah dengan 20 ekor unta muda. Setara Rp 1 miliar.
Baca Juga:Mayat Perempuan yang Tewas Terbakar di Dalam Mobil Ternyata Pedagang Sandal
Saat Rasulullah melamar Aisyah, maharnya dirham setara Rp 1,3 miliar. Saat melamar Hindun dengan 4.000 dirham. “Uda kebayang berapa jumlahnya,” tulis Arin.