Tolstrup menemukan bahwa minum alkohol berlebihan atau sekitar 28 gelas per minggu, dikaitkan dengan kemungkinan 33 persen lebih tinggi memiliki cincin abu-abu di sekitar kornea
Sementara itu, lelaki dan perempuan menunjukkan risiko penuaan lipatan daun telinga lebih tinggi yaitu sekitar 26 persen dan 36 persen dibandingkan peminum ringan sampai sedang.
Perokok berat juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan cincin mata terkait usia dibandingkan dengan non-perokok.
Satu-satunya indikator penuaan yang tidak jelas terkait dengan minum dan merokok adalah pola kebotakan pada laki-laki.
Baca Juga:Jaga Kesegaran Kulit Area Mata dengan Cara Berikut Ini!
Tolstrup mengatakan itu tidak mengherankan, karena pertumbuhan rambut sangat terkait dengan masalah genetik.
"Yang menarik dari hasilnya adalah kita bisa melihat tanda-tanda itu dengan pandangan mata. Sedangkan untuk hal-hal seperti tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol tinggi, kita harus melakukan pengukuran lanjutan untuk mendapatkannya," katanya.
Tidak mengherankan memang bila minum dan merokok dikaitkan dengan tanda awal penuaan yang lebih tinggi. Namun Tolstrup juga menemukan bahwa orang yang minum dan merokok pada tingkat sedang tidak menunjukkan tanda penuaan lebih cepat.