Bukan hanya Edi, keluarganya pun nampak begitu disayangi tetangga bahkan masyarakat Kota Tangerang. Hal tersebut terbukti dengan derasnya dukungan moral bagi mereka.
"Sampai ada yang menelfon sambil menangis-nangis. Yang sabar ya kata dia. Jadi kita yang merasa tersentuh," kata Ahmad Sobri.
Pria 49 tahun itu mengakui kalau kabar tantang ayahnya yang positif Covid-19 memang membuat banyak pihak terkejut. Bahkan ada yang meramalkan kalau sang ayah tidak akan lama lagi hidup di dunia.
Hal itu bukan tanpa alasan. Lantaran, yang mereka ketahui kalau orang lanjut usia akan sulit untuk bertahan mengahadapi infeksi Covid-19. Terlebih, Edi Junaedi memiliki masalah fungsi pada bagian organ tubuh, ginjal dan jantung.
Baca Juga:Positif Covid-19, Dua Anggota KPU Makassar Sehat dan Tanpa Gejala
"Itu syaratnya sudah lengkap (meninggal) kena Covid, umur diatas 50 tahun terus punya penyakit bawaan. Kita sudah pasrah, orang-orang juga ngomong seperti itu, pasrahin saja," ungkap Ahmad Sobri.
Diketahui, setelah Edi Positif Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Tangerang langsung melakukan tracing kontak erat. Karena kebiasaan yang sering berkumpul mengaji setiap malam Jumat, maka semua keluarga Edi melakukan tes usab tenggorokan atau Swab tes.
Total ada 48 orang yang terdiri dari anak, cucu, cicit dan istri. Ada beberapa yanh dinyatakan positif Covid-19, termasuk Ahmad Sobri.
"Saya dan istri langsung disolasi di Puskesmas Panunggangan Barat," ujarnya.
Baca Juga:Pegawai Positif Covid-19, Layanan Disdukcapil Kembali ke Sistem Online