- Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial triwulan II tahun 2026 kepada 1,7 juta keluarga di Sulawesi Selatan.
- Pemerintah memutakhirkan data penerima menggunakan sistem desil untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat rentan.
- Masyarakat dapat berpartisipasi mengoreksi data atau mengajukan sanggahan melalui perangkat daerah maupun aplikasi Cek Bansos.
SuaraSulsel.id - Pemerintah melalui Kementerian Sosial memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) triwulan II tahun 2026 akan segera dilakukan dalam periode April hingga Juni.
Program ini menyasar jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf mengatakan penyaluran bansos tetap mengacu pada skema triwulanan, dengan fokus pada ketepatan sasaran melalui pemutakhiran data secara berkala.
Di Sulawesi Selatan, jumlah penerima bansos tercatat mencapai sekitar 1,7 juta kepala keluarga.
Mereka terdiri dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 300.896 keluarga, bantuan sembako 583.788 keluarga, serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menyasar 836.438 keluarga.
Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa akurasi data penerima bansos masih menjadi tantangan utama. Bahkan, sekitar 45 persen data dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.
"Data itu cepat sekali berubah. Ada yang meninggal, ada yang lahir, pindah, menikah, atau kondisi ekonominya berubah. Kalau kita tidak cepat memutakhirkan, bisa saja bantuan justru diberikan kepada yang sudah tidak berhak," ujar Saifullah Yusuf di Kantor Gubernur Sulsel, Sabtu, 18 April 2026.
Karena itu, pemutakhiran data dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.
Proses ini turut melibatkan dinas sosial, pemerintah desa dan kelurahan, hingga perangkat paling bawah seperti RT dan RW.
Baca Juga: Wow! Hampir 50 Persen Penduduk Sulsel Masuk Kategori Penerima Bansos
Menurutnya, pendekatan ini penting agar data yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Selain itu, masyarakat juga diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembaruan data.
"Kami membuka partisipasi masyarakat. Bisa melalui RT/RW, kelurahan, dinas sosial, maupun lewat aplikasi Cek Bansos. Jadi semua bisa ikut mengoreksi dan memastikan data ini akurat," jelasnya.
Dalam sistem terbaru, data penerima bansos disusun berdasarkan kategori kesejahteraan yang disebut desil.
Sistem ini mengelompokkan masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonomi, dari yang paling rentan hingga yang paling mampu.
Secara sederhana, desil 1 merupakan kelompok 10 persen penduduk paling miskin, sedangkan desil 10 adalah kelompok paling mampu. Dengan pendekatan ini, pemerintah dapat menyalurkan bantuan secara lebih terarah.
"Dengan sistem desil ini, intervensi kita jadi lebih tepat. Fokus kita di desil 1 dan 2. Kalau masih ada anggaran, bisa diperluas ke desil berikutnya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045