Muhammad Yunus
Selasa, 08 September 2026 | 06:43 WIB
Petugas menata gas 3 Kg di SPBU Jalan Urip Sumoharjo, kota Makassar. Warga mengeluh kesulitan mendapati gas melon tersebut sejak pekan lalu [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Warga Kota Makassar dan Kabupaten Gowa kesulitan serta mendapati kenaikan harga LPG 3 kg sejak pekan lalu.
  • Pertamina menyatakan belum menerima laporan kelangkaan dari agen tetapi segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
  • Peningkatan konsumsi dan berbagai aktivitas masyarakat memicu lonjakan kebutuhan LPG bersubsidi yang kini terus dipantau Pertamina.

SuaraSulsel.id - Kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) mulai dirasakan warga di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Sejak pekan lalu, warga mengaku kesulitan mendapatkan gas melon yang menjadi salah satu kebutuhan utama rumah tangga tersebut.

Kondisi itu membuat sebagian warga harus berpindah dari satu tempat penjualan ke tempat lainnya demi mendapatkan LPG bersubsidi.

Salah satunya dialami Kurnia, warga Kabupaten Gowa.

Ia mengaku harus berkeliling puluhan kilometer untuk mencari LPG 3 kg, mulai dari kawasan Kampus Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) di Gowa hingga masuk ke wilayah Kota Makassar.

Namun, pencariannya belum membuahkan hasil.

"Gas kosong sejak hari Jumat. Sudah keliling dari Kampus Unhas Gowa sampai Hertasning, tidak ada. Kosong," keluh Kurnia, Senin, 7 September 2026.

Tidak hanya sulit ditemukan, harga LPG 3 kg yang masih tersedia di sejumlah tempat juga disebut mengalami kenaikan.

Kurnia mengatakan, harga yang biasanya berada di kisaran Rp22 ribu per tabung kini bisa mencapai Rp30 ribu. Kenaikan itu bahkan sudah dirasakannya sejak pekan lalu, ketika stok gas masih ditemukan di salah satu penjual.

Baca Juga: Pertamina Batalkan Aturan Beli BBM Subsidi Harus Pakai STNK

"Minggu lalu terakhir saya dapat masih ada, tapi naik juga Rp30 ribu. Padahal biasanya cuma Rp22 ribu. Orang di warung bilang mereka ambil dari agen juga naik," katanya.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan LPG rumah tangga menjadi semakin berat. Terutama bagi warga yang tidak memiliki banyak pilihan selain membeli LPG 3 kg untuk keperluan sehari-hari.

Di tengah keluhan warga, pihak Pertamina menyatakan belum menerima laporan terkait kekosongan atau kelangkaan LPG 3 kg dari agen.

Sales Area Manager Retail PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Parlindungan Gultom yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi dari agen mengenai adanya kelangkaan di lapangan.

"Dari agen enggak ada yang info ke kami sebelumnya kalau kosong atau langka," ujar Rainier.

Meski demikian, Pertamina akan segera melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Load More