- Warga Panakkukang, Manggala, dan Rappocini di Makassar merasakan gerimis singkat pada Senin, 7 September 2026.
- Keringnya Bendungan Lekopancing akibat kemarau panjang menurunkan pasokan air bersih bagi ribuan pelanggan.
- BPBD Makassar menyalurkan 4.500 liter air bersih bagi warga Kelurahan Camba Berua pada Senin.
SuaraSulsel.id - Setelah berbulan-bulan dilanda kemarau, warga di sejumlah wilayah Kota Makassar akhirnya kembali merasakan tetes air dari langit.
Gerimis turun sekitar pukul 15.00 Wita pada Senin, 7 September 2026.
Hujan memang hanya berlangsung sekitar lima menit dan intensitasnya sangat ringan.
Namun, kemunculannya cukup berarti di tengah kondisi kekeringan yang masih melanda Makassar.
Langit Makassar sejak siang tampak diselimuti awan tebal. Tak lama kemudian, gerimis mulai membasahi rumah-rumah warga dan ruas jalan di sejumlah kawasan.
Kondisi tersebut terpantau di sejumlah wilayah Makassar, terutama Kecamatan Panakkukang, Manggala dan Rappocini.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha mengatakan awan hujan memang terbentuk secara lokal di tiga wilayah tersebut.
"Iya jadi kami lihat sebagian wilayah di Makassar, khususnya di Panakkukang, Manggala dan Rappocini terpantau ada awan hujan berskala lokal. Dilaporkan beberapa wilayah gerimis," kata Rizky Yudha saat dihubungi.
Rizky menjelaskan turunnya hujan di tengah musim kemarau bukan merupakan fenomena yang aneh.
Kondisi tersebut dapat terjadi ketika konvektivitas awan meningkat dan memicu pertumbuhan awan hujan.
Baca Juga: Gila! Harga Tiket Pesawat Makassar-Jakarta Tembus Rp6 Juta
Konvektivitas merupakan kemampuan atau intensitas pergerakan massa udara secara vertikal yang dapat memicu pembentukan dan pertumbuhan awan.
"Itu memang normal karena ada konvektivitas yang cukup tinggi sehingga awan tumbuh di sekitar Makassar," jelasnya.
Meski demikian, kemunculan gerimis tersebut belum menandakan kemarau panjang di Makassar segera berakhir.
"Kalau update hari ini, beberapa hari ke depan akan kembali berkurang potensi pembentukan awan," lanjut Rizky.
Bendungan Lekopancing Mengering
Gerimis yang turun selama beberapa menit itu datang ketika Makassar masih menghadapi persoalan serius terkait ketersediaan air.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Disikat Lagi oleh Kejati
-
Mark-up hingga Peserta Fiktif, Daftar Modus Korupsi Balai Pelatihan Dibongkar Kejati Sulsel
-
Gerakan Pangan Murah Nasional Digelar di Makassar
-
Bukan ke DPR, Masyarakat KTI Lebih Senang Salurkan Aspirasi di Media Sosial
-
Jalur 'Neraka' Gowa Kini Mulus, Punya Jalur Khusus Pesepeda dan Pejalan Kaki