- Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono menyatakan media lokal wajib berkolaborasi menghadapi tantangan industri di Makassar, Rabu, 12 Agustus 2026.
- Suwarjono mengungkapkan pergeseran perilaku generasi muda ke media sosial menurunkan trafik dan pendapatan iklan situs berita.
- Suwarjono menyarankan media lokal melakukan diversifikasi pendapatan serta memaksimalkan konten berbasis kedekatan isu dan budaya daerah setempat.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berpotensi kembali memengaruhi belanja publikasi media.
Suwarjono mengingatkan media lokal agar tidak menganggap sumber pendapatan tersebut akan selalu tersedia.
"Jadi siap-siap saja mungkin beberapa daerah tak ada anggaran untuk media lagi. Tahun ini sudah kecil dan tahun depan kemungkinan tidak ada lagi," ujarnya.
Di saat yang sama, trafik media besar di platform website mengalami tekanan. Sebaliknya media sosial justru terus mengalami pertumbuhan, terutama di kalangan pembaca muda.
Ia menyebut 90 persen generasi Z mengonsumsi informasi melalui platform seperti Instagram dan TikTok dibandingkan membuka situs berita secara langsung.
"Media sosial naik terus, tahun ke tahun naiknya signifikan karena pembaca kita Gen Z tidak mau lagi baca website, tapi media sosial," ucapnya.
Perubahan perilaku tersebut juga berdampak terhadap perebutan belanja iklan. Ketika audiens berpindah ke media sosial, pengiklan pun mengikuti tempat berkumpulnya audiens.
Karena itu, ia menilai media lokal tidak seharusnya melihat platform digital sebagai pesaing yang harus dilawan.
Sebaliknya, platform tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan sekaligus membangun komunitas pembaca.
Baca Juga: Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat
"Strategi media lokal adalah jangan melawan platform dan gunakan platform sebagai distribusi, akuisisi audience, community building. Website juga bukan satu-satunya," ujarnya.
Selain distribusi, persoalan lain yang harus diperhatikan media lokal adalah diversifikasi pendapatan. Menurut Suwarjono, media tidak cukup hanya mengandalkan satu sumber pemasukan.
Ia mendorong setiap media memiliki setidaknya tiga hingga empat sumber pendapatan yang berasal dari lini bisnis berbeda.
Dengan begitu, ketika salah satu sumber pendapatan mengalami penurunan, operasional media masih dapat ditopang dari sumber lainnya.
"Ada banyak model yang bisa kita lakukan sebelum terjadi badai efisiensi ini. Minimal satu media kita punya tiga atau empat sumber pendapatan dari bisnis lain yang berbeda," bebernya.
Di tengah persaingan dengan media sosial dan media nasional, Suwarjono justru melihat kekuatan utama media lokal berada pada konten yang sangat dekat dengan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jangan Andalkan APBD! Ini Strategi Media Lokal Hadapi Badai Efisiensi
-
Terus Dipacu! Begini 20 Persen Penampakan Stadion Sudiang Makassar
-
Kisah Sukses UMKM Jadah Tempe di Desa Brilian Binaan BRI Peduli
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Waspada! 4.144 Lembar Uang Palsu Ditemukan di Sulsel, Ini Cara Mengenalinya