- Kanwil DJPb Sulawesi Tengah mencatat realisasi pendapatan APBD provinsi per 31 Mei 2026 mencapai Rp5,56 triliun dari target.
- Realisasi pendapatan APBN regional di Sulawesi Tengah hingga periode Mei 2026 telah mencapai angka sebesar Rp3,51 triliun.
- Tingginya belanja dibanding pendapatan mengakibatkan defisit fiskal sebesar Rp5,34 triliun serta rendahnya tingkat kemandirian fiskal daerah tersebut.
SuaraSulsel.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tengah hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp5,56 triliun atau 26,17 persen dari target.
"Sampai dengan 31 Mei 2026 pendapatan daerah Provinsi Sulawesi Tengah telah terealisasi sebesar Rp5,56 triliun atau 26,17 persen dari target dengan kontraksi sebesar 12,46 persen secara year on year (yoy)," kata Kepala Kanwil DJPb Sulteng Teddy Suhartadi Permadi di Palu, Sulteng, Minggu (5/7).
Ia menjelaskan pendapatan daerah masih didominasi pendapatan transfer yang mencapai Rp4,48 triliun atau 80,53 persen dari total pendapatan daerah.
Sementara itu, pendapatan asli daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp1,06 triliun atau 19,06 persen dari total pendapatan daerah, sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah tercatat sebesar Rp22,59 miliar atau 0,41 persen dari total pendapatan.
Menurut dia, rasio PAD terhadap total pendapatan daerah yang berada di angka 19,06 persen menunjukkan tingkat kemandirian fiskal Provinsi Sulawesi Tengah masih relatif rendah dan masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Dari sisi belanja, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah merealisasikan belanja daerah sebesar Rp5,59 triliun atau 24,83 persen dari pagu dengan pertumbuhan 2,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selanjutnya, Kanwil DJPb mencatat realisasi pendapatan APBN Regional Sulawesi Tengah hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp3,51 triliun atau 39,18 persen dari target.
"Pendapatan APBN telah terealisasi sebesar Rp3,51 triliun atau 39,18 persen dari target dan mengalami pertumbuhan sebesar 12,8 persen secara year on year," ujarnya.
Ia mengatakan pendapatan APBN didominasi penerimaan perpajakan, terutama pajak dalam negeri dengan realisasi sebesar Rp1,59 triliun atau 27,28 persen dari target, meski mengalami kontraksi sebesar 18,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Izin Terbit Tapi Fisik Nihil, Kejati Sulteng Bidik Dugaan Korupsi PT CMS di Morowali Utara
Sementara itu, realisasi belanja APBN hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp8,85 triliun atau 41,94 persen dari pagu dengan pertumbuhan sebesar 6,49 persen secara tahunan.
Teddy mengatakan kinerja fiskal Sulawesi Tengah hingga Mei 2026 menunjukkan peran strategis sinergi antara APBN dan APBD dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Namun demikian, kondisi APBN dan APBD di Sulawesi Tengah saat ini mengalami defisit sebesar Rp5,34 triliun akibat tingginya belanja dibandingkan pendapatan.
Selain itu, dominasi belanja pegawai yang masih tinggi serta rendahnya tingkat kemandirian fiskal daerah menunjukkan perlunya peningkatan PAD dan efisiensi belanja daerah.
"Perlu peningkatan pendapatan asli daerah serta efisiensi dalam belanja agar dapat menciptakan struktur fiskal yang lebih sehat dan berkelanjutan serta lebih banyak manfaat APBD untuk belanja yang menyentuh masyarakat," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
53 Jemaah Umrah Tertahan di Bandara Sultan Hasanuddin Akibat Serangan di Arab Saudi
-
Penyelundupan Kuda Laut Kering Tujuan Kendari Terbongkar
-
Syahrir: Penutupan Ekspor Benih Lobster Tak Cukup Hentikan Penyelundupan
-
Bandara Riyadh Diserang, Bagaimana Nasib Jemaah Umrah asal Makassar?
-
Menko Dudung Perintahkan Penangkapan Pemodal Penyelundupan Benih Lobster