- Sebanyak 10.992 ASN, non-ASN, dan anggota DPRD Gowa belum menerima gaji hingga 8 September 2026.
- Keterlambatan pembayaran disebabkan oleh belum tuntasnya proses administrasi rekonsiliasi atau cut-off di Sekretariat DPRD Gowa.
- Kendala administrasi tersebut terjadi akibat penonaktifan Sekretaris DPRD yang masih menunggu klarifikasi dari Badan Kepegawaian Negara.
SuaraSulsel.id - Ribuan aparatur sipil di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan harus menunggu lebih lama untuk menerima gaji.
Hingga Selasa, 8 September 2026, sebanyak 10.992 ASN dan non-ASN, termasuk anggota DPRD Gowa, belum menerima pembayaran gaji.
Keterlambatan tersebut bukan disebabkan persoalan anggaran. Pemerintah Kabupaten Gowa menyebut pembayaran masih tersendat pada proses administrasi, khususnya rekonsiliasi atau cut-off pada salah satu organisasi perangkat daerah (OPD).
OPD yang dimaksud adalah Sekretariat DPRD Gowa. Proses administrasi di instansi tersebut belum tuntas sehingga pembayaran gaji belum dapat diproses secara keseluruhan.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Gowa, Firdaus mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyiapkan anggaran untuk pembayaran gaji.
"Pembayaran gaji ini tidak bisa parsial, mesti kolektif. Termasuk gaji anggota dewan," kata Firdaus.
Ia menyebut persoalan utama saat ini berada pada proses rekonsiliasi atau cut-off di Sekretariat DPRD Gowa.
Proses tersebut menjadi bagian penting dalam administrasi pembayaran karena seluruh data dan dokumen yang diperlukan harus diselesaikan sebelum pembayaran gaji dilakukan secara kolektif.
"Jadi hambatan sekarang masih belum terlaksananya proses rekonsiliasi (cut-off) di Sekretariat DPRD," ujarnya.
Baca Juga: Polisi Geledah Kantor GMTD, Telusuri Aliran Dana Misterius Miliaran Rupiah
Firdaus menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan status Sekretaris DPRD (Sekwan) yang saat ini dinonaktifkan oleh Bupati Gowa, Husniah Talenrang.
Sekwan nonaktif disebut masih menunggu hasil klarifikasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta konsultasi dengan Biro Hukum Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait keabsahan penunjukan pelaksana tugas.
"Sekwan nonaktif masih menunggu hasil dari BKN," kata Firdaus.
Gaji Tersendat di Tengah Kisruh Pejabat
Keterlambatan pembayaran gaji tersebut terjadi di tengah kisruh pemerintahan di Kabupaten Gowa yang sebelumnya berujung pada penonaktifan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah daerah.
Kondisi itu kemudian diikuti dengan penunjukan sejumlah pelaksana tugas untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045