Muhammad Yunus
Kamis, 16 Juli 2026 | 15:39 WIB
Santi, warga kota Parepare, Sulawesi Selatan menangis saat mengantar anaknya mengikuti MPLS hari pertama di Sekolah Rakyat Makassar [Suarasulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemerintah pusat merealisasikan pembangunan sembilan unit Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan guna membantu anak dari keluarga kurang mampu.
  • Program pendidikan berasrama ini menyediakan fasilitas gratis, termasuk biaya sekolah, seragam, tempat tinggal, hingga kebutuhan konsumsi bagi siswa.
  • Sebanyak 270 siswa dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan resmi memulai pendidikan tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat.

"Semoga dia sukses. Semoga dia bisa sekolah dan menggapai cita-citanya," katanya.

Lalu kalimat berikutnya terlontar pelan, namun sarat makna.

"Boleh orang tuanya tidak sekolah, tapi anak harus sekolah," tegasnya.

Kalimat itu seolah merangkum perjuangan banyak keluarga yang selama ini terhalang kondisi ekonomi untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.

Santi bukan satu-satunya orang tua yang membawa harapan besar ke Sekolah Rakyat.

Tahun ajaran ini, Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan menerima 270 peserta didik yang berasal dari berbagai daerah.

Mulai dari Makassar, Parepare, Enrekang, Bulukumba, Bantaeng, Pangkep, Pinrang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Gowa, Maros, Jeneponto, Toraja Utara hingga Kepulauan Selayar.

Seluruh siswa berasal dari keluarga miskin yang masuk kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Selain memperoleh pendidikan formal, mereka juga tinggal di asrama dengan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, asrama siswa dan guru, hingga sarana olahraga.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Sulsel Buka Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Kurang Mampu

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah agar kondisi ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Ia mengatakan program yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto itu merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul sekaligus mengurangi kesenjangan sosial.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI Prabowo Subianto yang telah membangun dan merealisasikan Rp2,2 triliun pembangunan sembilan unit Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan," ujar Andi Sudirman.

Ia menjelaskan Sulawesi Selatan akan memiliki sembilan Sekolah Rakyat permanen yang dibangun pemerintah pusat.

Salah satunya berada di kawasan GOR Sudiang, Makassar, di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Sulsel.

Keberadaan sembilan sekolah tersebut akan memperkuat layanan 16 Sekolah Rakyat rintisan yang kini telah beroperasi di 12 kabupaten dan kota dengan jumlah sekitar 1.750 peserta didik.

Load More