- Pemprov Sulawesi Selatan melaksanakan proyek infrastruktur jalan sepanjang 1.400 kilometer di 24 kabupaten/kota selama periode 2025–2027.
- Proyek senilai Rp2,5 triliun ini menggunakan skema multitahun untuk menjamin kepastian pendanaan serta menjaga kualitas hasil konstruksi.
- Pembangunan jalan strategis ini bertujuan memangkas biaya logistik serta membuka akses ekonomi bagi masyarakat di daerah terpencil.
SuaraSulsel.id - Program Pembangunan Berkelanjutan jalan atau Multi Years Project (MYP) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dinilai akan memberikan dampak besar.
Terhadap pembangunan infrastruktur daerah karena mampu menyelesaikan proyek berskala masif secara lebih terencana, berkualitas, dan berkelanjutan.
Program prioritas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi ini menargetkan penanganan sekitar 1.400 kilometer jalan. Pada hampir 100 ruas jalan provinsi di 24 kabupaten/kota.
Selama periode 2025–2027 melalui pendanaan APBD senilai Rp2,5 triliun.
Seluruh enam paket pekerjaan kini telah memasuki tahap konstruksi.
Pekerjaan meliputi pengaspalan, pengecoran beton, pembangunan drainase, talud, box culvert, hingga preservasi jalan pada sejumlah ruas strategis.
Skala pembangunan tersebut setara dengan jarak perjalanan darat dari Kota Makassar menuju Gorontalo, sehingga menjadi salah satu proyek jalan terbesar yang pernah dikerjakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepastian Pendanaan Menjaga Kualitas Infrastruktur
Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Prof. Wahyu Haryadi Piarah, menilai penggunaan skema Program Pembangunan Berkelanjutan atau pembangunan multitahun merupakan pilihan yang tepat untuk proyek infrastruktur berskala besar.
Baca Juga: Andi Sudirman Terima Penghargaan Dekranas, Mendagri Puji Sulsel Sebagai Tuan Rumah
Menurutnya, skema tersebut memberikan kepastian pendanaan sekaligus waktu pelaksanaan sehingga kontraktor dapat bekerja sesuai standar teknis tanpa harus terburu-buru mengejar batas akhir tahun anggaran.
"Sebagai orang yang menekuni bidang infrastruktur, saya melihat proyek 1.400 km ini sebagai langkah yang tepat dan berani," kata Prof. Wahyu, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan pembagian pekerjaan ke dalam enam paket memungkinkan pembangunan dilakukan secara paralel di berbagai wilayah dengan pengawasan mutu yang tetap optimal.
"Skema ini secara teknis paling masuk akal untuk proyek sebesar ini. Kontraktor memiliki kepastian pendanaan dan waktu kerja sehingga kualitas konstruksi tidak dikorbankan hanya untuk mengejar tahun anggaran," ujarnya, Rabu 15 Juli 2026.
Membuka Akses Ekonomi Hingga Daerah Terpencil
Prof. Wahyu mengatakan manfaat terbesar pembangunan jalan bukan hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga membuka akses ekonomi yang selama ini terhambat akibat kondisi jalan yang belum memadai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Jelang Persebaya vs PSS Sleman, Bonek Punya Misi Kemanusiaan untuk Korban Karhutla
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
Pemberlakukan Tidak Naik Kelas Bagi Siswa Mulai Diterapkan 2027
-
1.230 Lowongan Kerja Dibuka di Makassar, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
-
Rahasia Jusuf Kalla Tetap Bugar di Usia 84 Tahun
-
PSIM Yogyakarta Tumbang di Kandang, Van Gastel: Kami Hanya Kurang Beruntung
-
Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual