Muhammad Yunus
Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB
Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel melakukan groundbreaking preservasi Jalan Luwu-Toraja melalui skema Multi Years Project (MYP) Paket 6 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Pemprov Sulawesi Selatan melaksanakan proyek infrastruktur jalan sepanjang 1.400 kilometer di 24 kabupaten/kota selama periode 2025–2027.
  • Proyek senilai Rp2,5 triliun ini menggunakan skema multitahun untuk menjamin kepastian pendanaan serta menjaga kualitas hasil konstruksi.
  • Pembangunan jalan strategis ini bertujuan memangkas biaya logistik serta membuka akses ekonomi bagi masyarakat di daerah terpencil.

Perbaikan jaringan jalan akan memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya logistik, serta memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan berbagai komoditas unggulan dari daerah menuju pusat-pusat perdagangan.

"Ketika jalan tersambung dengan baik, waktu tempuh akan berkurang, biaya distribusi turun, dan wilayah-wilayah yang sebelumnya tertinggal memiliki peluang yang sama untuk berkembang," katanya.

Menurutnya, dampak pembangunan akan dirasakan langsung oleh petani, pelaku UMKM, pedagang, hingga masyarakat yang membutuhkan akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

Selain meningkatkan efisiensi transportasi, terbukanya akses jalan juga diyakini memunculkan pusat-pusat ekonomi baru, mulai dari jasa transportasi, perdagangan, kawasan istirahat, hingga pengembangan destinasi wisata yang sebelumnya sulit dijangkau.

Dampaknya Jangka Panjang bagi Sulawesi Selatan

Di balik proses pembangunan yang berpotensi menimbulkan kemacetan, debu, maupun perubahan arus lalu lintas sementara, Prof. Wahyu menilai manfaat jangka panjang yang akan diperoleh masyarakat jauh lebih besar.

Ia mengajak masyarakat mendukung proses pembangunan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

"Saya mengajak masyarakat untuk bersabar karena gangguan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari proses membangun infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang. Setiap hari pekerjaan berjalan lancar berarti kita semakin dekat pada jalan yang lebih baik bagi generasi mendatang," tuturnya.

Prof. Wahyu menambahkan, keberhasilan Program Pembangunan Berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh kualitas konstruksi, tetapi juga konsistensi pemerintah dalam menjaga transparansi progres pekerjaan dan komunikasi dengan masyarakat.

Baca Juga: Andi Sudirman Terima Penghargaan Dekranas, Mendagri Puji Sulsel Sebagai Tuan Rumah

Apabila seluruh proyek selesai sesuai rencana, ia optimistis pembangunan jalan sepanjang 1.400 kilometer tersebut akan menjadi salah satu tonggak pembangunan infrastruktur paling berdampak dalam sejarah Sulawesi Selatan.

"Kalau itu berjalan baik, saya yakin proyek ini akan menjadi salah satu pencapaian infrastruktur paling berdampak dalam sejarah pembangunan Sulawesi Selatan," pungkasnya.

Load More