- Pemerintah Kota Kendari mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara mengumpulkan sampah anorganik setiap hari Jumat di Balai Kota.
- Sekretaris Daerah Amir Hasan menyatakan gerakan memilah sampah plastik bernilai ekonomis ini melibatkan hingga 10.000 pegawai.
- Kebijakan yang memasuki pekan kedua tersebut bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih serta memberikan tambahan pendapatan finansial.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengumpul sampah setiap hari Jumat untuk dimasukkan ke dalam Bank Sampah guna mewujudkan kota yang bersih.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Amir Hasan di Kendari, mengatakan langkah menjaga kebersihan daerah tersebut dilakukan melalui kegiatan kerja bakti dan penyerahan sampah anorganik di lingkungan Kantor Balai Kota Kendari.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Wali Kota Kendari tentang Gerakan ASN Membawa, Memilah, dan Menyerahkan Sampah Anorganik. Seluruh ASN diwajibkan menyerahkan sampah setiap hari Jumat pada jam kerja," kata Amir Hasan, mengutip Antara, Minggu 30 Agustus 2026.
Ia menjelaskan gerakan tersebut kini telah memasuki pekan kedua setelah melalui proses evaluasi. Pemkot Kendari memfokuskan pengumpulan pada sampah plastik karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Dengan keterlibatan sekitar 7.000 hingga 10.000 pegawai, Amir optimistis gerakan massal ini akan memberikan dampak signifikan dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih dan asri jika dijalankan secara konsisten.
"Kami yakin dan optimis dengan 7.000 sampai 10.000 pegawai yang mengumpulkan sampah setiap hari, Kota Kendari betul-betul pasti bersih," ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran gerakan ini, Pemkot Kendari menyiagakan petugas Bank Sampah di lokasi untuk menerima dan menimbang setoran sampah dari para pegawai.
Petugas disiagakan tidak hanya pada hari Jumat, tetapi juga hari lain untuk memberikan pelayanan maksimal.
Amir menambahkan gerakan memilah sampah ini tidak hanya berfokus pada estetika kebersihan kota, tetapi juga memberikan manfaat ganda secara finansial bagi para pegawai maupun masyarakat.
Baca Juga: Seribu Motor Roda Tiga Jadi Ujung Tombak Makassar Atasi Darurat Sampah
"Ini punya nilai ekonomis, jadi ada dampak ganda. Kotanya bersih, kita juga dapat uang," ucap Amir Hasan.
Melalui instruksi ini, Pemkot Kendari berharap budaya memilah dan mengumpulkan sampah dapat terbangun di lingkungan ASN, mulai dari area perkantoran hingga diterapkan di rumah tangga masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gagal Panen Meluas! BI Ungkap Ancaman Nyata El Nino ke Ekonomi Sulsel
-
Program Pembangunan Jalan Andalan Sulsel Dilanjutkan
-
Syarat Dapat Listrik Gratis dari Pemprov Sulsel 2026: Cek Apakah Rumah Anda Termasuk
-
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Palu Ditangkap
-
Agam Rinjani dan Mahasiswa KKN Unhas Salurkan Bantuan Korban Gempa di NTT