- Sebanyak 6.557 PPPK paruh waktu di Pemerintah Kota Makassar akan berakhir masa kontraknya pada Oktober 2026 mendatang.
- Pemkot Makassar menegaskan tidak ada kebijakan pemutusan kontrak massal bagi pegawai yang memiliki kinerja serta kedisiplinan baik.
- BKPSDM akan menentukan perpanjangan kontrak berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan kedisiplinan yang dilaporkan setiap organisasi perangkat daerah.
"Memang ada yang mengundurkan diri karena diterima di tempat lain. Ada yang masuk Telkom dan beberapa instansi lainnya," ungkap Kamelia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi BKPSDM Kota Makassar, Ilham Rasul menambahkan masa kontrak seluruh PPPK paruh waktu memang akan berakhir pada Oktober 2026.
Sebelum kontrak diperpanjang, setiap OPD diwajibkan mengirimkan hasil evaluasi kinerja pegawai kepada BKPSDM.
"Hasil penilaian dari masing-masing SKPD itu yang menjadi dasar bagi BKPSDM untuk menerbitkan surat keputusan perpanjangan kontrak," jelas Ilham.
Ia mengatakan indikator utama yang menjadi perhatian dalam evaluasi adalah kinerja dan kedisiplinan.
Pegawai yang memiliki catatan pelanggaran disiplin, tingkat kehadiran rendah, atau dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik berpotensi tidak diusulkan kembali oleh perangkat daerah tempat mereka bekerja.
"Kedisiplinan dan kinerja menjadi fokus utama. Kalau ada laporan dari SKPD terkait pegawai yang kurang aktif atau memiliki masalah disiplin, tentu akan menjadi bahan pertimbangan," katanya.
BKPSDM mencatat jumlah PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, di lingkungan Pemerintah Kota Makassar saat ini mencapai sekitar 12 ribu orang.
Dari jumlah tersebut, masing-masing kategori berjumlah sekitar enam ribu pegawai.
Baca Juga: Kejari Makassar Gerak Cepat Usut Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah
Namun dalam perjalanannya, sekitar 160 PPPK telah keluar dari lingkungan Pemkot Makassar karena berbagai alasan.
Sebagian besar memilih mengundurkan diri setelah diterima bekerja di instansi lain, sementara sisanya berhenti karena meninggal dunia atau memasuki masa pensiun.
"Yang terbanyak adalah pengunduran diri. Ada yang diterima di Sekolah Rakyat, ada juga penyuluh pertanian yang beralih menjadi pegawai vertikal di kementerian," ujar Ilham.
Selain itu, hingga Oktober mendatang diperkirakan sekitar 50 PPPK juga akan memasuki batas usia pensiun. Sesuai ketentuan aparatur sipil negara, usia pensiun PPPK ditetapkan maksimal 58 tahun.
Di tengah proses evaluasi tersebut, BKPSDM juga menyoroti persoalan distribusi pegawai yang dinilai belum merata.
Menurut Ilham, secara jumlah kebutuhan pegawai di lingkup Pemerintah Kota Makassar sebenarnya sudah relatif terpenuhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
53 Jemaah Umrah Tertahan di Bandara Sultan Hasanuddin Akibat Serangan di Arab Saudi
-
Penyelundupan Kuda Laut Kering Tujuan Kendari Terbongkar
-
Syahrir: Penutupan Ekspor Benih Lobster Tak Cukup Hentikan Penyelundupan
-
Bandara Riyadh Diserang, Bagaimana Nasib Jemaah Umrah asal Makassar?
-
Menko Dudung Perintahkan Penangkapan Pemodal Penyelundupan Benih Lobster