- Kejati Gorontalo menahan Ketua KONI Fikram Salilama dan tiga tersangka lain pada 21 Agustus 2026.
- Keempat tersangka diduga melakukan korupsi dana hibah PON XXI tahun 2024 senilai Rp25 miliar.
- Kasus korupsi dana hibah tersebut mengakibatkan estimasi kerugian keuangan negara mencapai Rp2.322.919.275.
SuaraSulsel.id - Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo menahan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Provinsi Gorontalo Fikram Salilama.
Sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Kepala Seksi Ideologi, Politik, Pertahanan dan Keamanan Bidang Intelijen Kejati Gorontalo Erwin di Gorontalo, mengatakan Fikram ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan bersama tiga orang lainnya yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
"Hari ini tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan terhadap FS selaku Ketua KONI Provinsi Gorontalo, AP sebagai Sekretaris Umum, MAH selaku pihak swasta CV Niamal, dan MAM selaku CV Rahma," kata Erwin, Jumat 21 Agustus 2026.
Kepala Seksi Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejati Gorontalo Rafid Humulungo mengatakan keempat tersangka akan menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo.
Ia menjelaskan perkara tersebut bermula saat KONI Provinsi Gorontalo menerima dana hibah dari Pemerintah Provinsi Gorontalo selama Januari hingga Desember 2024 dengan total sekitar Rp25 miliar.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk dua tahapan kegiatan, yakni persiapan dan pascakegiatan PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
"Dari total hibah tersebut, anggaran yang digunakan untuk operasional tercatat sebesar Rp16.650.608.297," ujarnya.
Dana tersebut diperuntukkan bagi pengadaan barang dan jasa, antara lain peralatan dan perlengkapan atlet serta pelatih, konsumsi, makanan tambahan atau extra fooding, akomodasi atlet, hingga bantuan kepada cabang olahraga untuk pelaksanaan uji coba atau tryout.
Baca Juga: Gorontalo Diprediksi Dilanda Kekeringan Panjang hingga Februari 2027, Kabupaten Ini Paling Rawan
Namun, dalam pelaksanaannya, KONI melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dengan alasan kondisi mendesak, diduga melaksanakan kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan dan tidak berpedoman pada aturan pengadaan barang dan jasa yang berlaku.
Selain itu, penyidik menemukan sebagian dana hibah yang dialokasikan untuk bantuan kepada pengurus daerah cabang olahraga tidak diterima secara utuh oleh para atlet.
Berdasarkan perhitungan penyidik, penyimpangan tersebut mengakibatkan estimasi kerugian keuangan negara mencapai Rp2.322.919.275.
Rafid mengatakan masing-masing tersangka diduga menerima aliran dana dengan nilai berbeda.
Ketua KONI Provinsi Gorontalo yang dinilai bertanggung jawab secara keseluruhan diduga menerima aliran dana sebesar Rp885.740.000.
Kemudian tersangka AP selaku Sekretaris Umum diduga menerima Rp474.125.000, MAH melalui CV Niamal diduga menerima Rp704.434.275, sedangkan MAM dari CV Rahma diduga menerima Rp254.120.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Keluarga Korban Geng Motor di Makassar Murka, Sebut Pernyataan Polrestabes 'Piti Kana-kanai'
-
Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah
-
Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi