- Munafri Arifuddin menghadapi kesulitan maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan dalam Musda XI mendatang.
- Setiap calon wajib mengantongi dukungan minimal 30 persen dari 30 pemegang hak suara menurut Juklak DPP Golkar.
- Banyak DPD II mengalihkan dukungan kepada Ilham Arief Sirajuddin, sehingga menimbulkan sengketa validitas surat dukungan bagi kandidat.
SuaraSulsel.id - Peluang Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI cukup berat.
Di tengah derasnya arus dukungan yang beralih kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Appi berpotensi tersandung syarat pencalonan yang mewajibkan bakal calon mengantongi dukungan minimal 30 persen pemegang hak suara.
Dalam Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Nomor 02/DPP/GOLKAR/IV/2025 tentang Penyelenggaraan Musyawarah Daerah Partai Golkar, setiap bakal calon wajib memenuhi sedikitnya 10 persyaratan pencalonan.
Salah satu syarat krusial tercantum pada poin kedelapan, yakni memperoleh dukungan sekurang-kurangnya 30 persen dari pemegang hak suara yang dibuktikan dengan surat dukungan.
Dalam struktur pengambilan keputusan, terdapat total 30 suara yang memiliki hak pilih dalam Musda Golkar Sulsel.
Suara tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari DPD II, organisasi sayap, hingga unsur dewan pertimbangan dan organisasi pendiri partai.
DPD II menyumbang porsi terbesar dengan 24 suara. Sisanya berasal dari DPD I, organisasi sayap, serta unsur pendukung lainnya.
Untuk dapat maju sebagai calon ketua, seorang kader harus mengantongi dukungan minimal 30 persen dari total suara, atau sekitar delapan suara.
Persyaratan inilah yang kini menjadi sorotan setelah hampir seluruh DPD II Partai Golkar di Sulawesi Selatan menyatakan dukungannya kepada IAS.
Baca Juga: Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Terbaru, Ketua DPD II Partai Golkar Pinrang, Usman Marham menegaskan organisasinya telah memberikan rekomendasi kepada IAS.
Ia bilang keputusan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap diskresi yang diberikan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
"Kami solid sesuai diskresi dari Ketum (Bahlil)," kata Usman singkat saat dikonfirmasi, Senin, 6 Juli 2026
Sikap serupa juga ditunjukkan DPD II Partai Golkar Kabupaten Gowa.
Melalui surat bernomor 021/DPD-II/PG/GW/VII/2026, DPD II Golkar Gowa secara resmi menyatakan dukungan kepada IAS.
Surat yang ditandatangani Ketua DPD II Golkar Gowa, Abbas Syam, dan Sekretaris Kaswandi itu memuat dua poin penting.
Pertama, DPD II Golkar Gowa menegaskan tidak akan mendukung maupun menerbitkan surat rekomendasi kepada bakal calon lain selain IAS.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah
-
Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi
-
Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan
-
Dosen Menangis Berujung Pengeroyokan Brutal di Fakultas Teknik Untad