- Pemprov Papua Selatan mencatat 48 ribu hektare lahan cetak sawah dan 53 ribu hektare optimalisasi lahan di Kabupaten Merauke.
- Menteri Pertanian menyalurkan bantuan alat pertanian senilai Rp1,3 triliun untuk modernisasi sektor pangan di Kabupaten Merauke tersebut.
- Pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas padi menjadi tiga kali setahun guna mendukung stabilitas dan ketahanan pangan nasional Indonesia.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menyebut lahan cetak sawah yang ada di Kabupaten Merauke seluas 48 ribu hektare.
"Dari 84 ribu lahan cetak sawah yang dilakukan di seluruh Tanah Papua, di antaranya 48 ribu hektare ada di Kabupaten Merauke," kata Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Minggu (5/7).
Sementara optimalisasi lahan yang telah dilakukan sejak 2024 hingga 2026 di Tanah Papua seluas 54 ribu hektare, di antaranya 53 ribu hektare atau hampir 99 persen di Kabupaten Merauke.
"Masyarakat Papua Selatan siap mendukung semua program pemerintah di daerah ini guna stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Dia memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang memberikan perhatian kepada Pemprov Papua Selatan khususnya Kabupaten Merauke untuk mendukung para petani di daerah ini.
"Kami berharap ke depan Kabupaten Merauke bisa mengekspor beras ke daerah lain di Indonesia," katanya lagi.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian yang telah menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada brigade pangan di daerah tersebut.
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan sebagai upaya untuk mempercepat terwujudnya pertanian modern.
"Bantuan ini diharapkan dapat mendorong para petani di Kampung Waninggap Kai untuk terus maju dan lebih sejahtera," katanya.
Baca Juga: Amran Sulaiman Curhat Masa Kuliah hingga Donasi Rp300 Juta untuk SAR Unhas
Menurut Amran, bantuan untuk para petani di Papua Selatan tahun ini senilai Rp1,3 triliun yang disalurkan dalam bentuk peralatan pertanian serta gedung pupuk.
"Seluruh peralatan pertanian bisa digunakan oleh petani mulai dari tanam, pembibitan, hingga panen menggunakan teknologi yang tinggi," ujarnya.
Dia menjelaskan teknologi tanam pada yang digunakan di Kampung Waninggap Kai sama dengan yang digunakan di Jepang dan Amerika Serikat sehingga ini merupakan suatu kemajuan.
"Dengan demikian kami mendorong supaya ke depan penanaman padi di Merauke dari sebelumnya dua kali dalam setahun menjadi tiga kali dengan dukungan irigasi, benih unggul, dan pendampingan dari pemerintah," katanya lagi.
Dia menambahkan penggunaan alsintan dan teknologi modern menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Merauke.
"Kami juga mengajak seluruh masyarakat di Papua Selatan agar bersama-sama untuk mendukung program strategis nasional di wilayah tersebut sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare
-
Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat
-
Bupati Gowa Lawan Hak Angket: Dua Saksi Dilaporkan ke Bareskrim
-
Pemprov Sulsel Mulai Preservasi Jalan Luwu-Toraja, Jadi Akses Utama RS Regional
-
Zero Tolerance terhadap Fraud, BRI Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Perusahaan