- Pemerintah Kota Makassar berhasil merelokasi 19 lapak pedagang kaki lima di sekitar Benteng Fort Rotterdam pada Kamis, 25 Juni 2026.
- Pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh pedagang sebagai hasil dari pendekatan komunikasi humanis dan persuasif yang dilakukan pemerintah daerah.
- Pemerintah memfasilitasi relokasi pedagang ke Pasar Kampung Baru dan menyediakan armada pengangkutan untuk mendukung ketertiban kawasan fasilitas umum.
"Alhamdulillah relokasi ini berlangsung aman dan damai, terjadi komunikasi yang baik dengan para pedagang. Teman-teman pedagang kelapa sudah memahami maksud dan tujuan penataan kawasan ini sehingga mereka secara sukarela dan humanis membongkar lapaknya sendiri," kata Nanin.
Ia menjelaskan pihak kecamatan telah melakukan berbagai tahapan sosialisasi dan edukasi sebelum relokasi dilaksanakan.
Pemerintah juga membuka ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari para pedagang.
"Sosialisasi kami lakukan sampai tiga kali. Selain itu, kami juga terus membuka ruang komunikasi dan menerima masukan dari para pedagang," ujarnya.
Data Kecamatan Ujung Pandang mencatat terdapat 19 pemilik lapak yang menempati kawasan pedestrian di sekitar Benteng Fort Rotterdam dan kawasan dekat Kantor RRI.
Seluruhnya telah bersedia mengikuti proses relokasi yang difasilitasi Pemerintah Kota Makassar.
Setelah proses pembongkaran selesai, kawasan tersebut akan ditata kembali melalui kolaborasi sejumlah instansi, antara lain Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, PD Parkir, serta perangkat daerah terkait lainnya.
"Kita akan bersihkan dan tata kawasan ini dengan baik. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait agar kawasan ini menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat," kata Nanin.
Pemerintah Kota Makassar berharap keberhasilan relokasi yang berlangsung damai tersebut dapat menjadi contoh penataan kota yang mengedepankan dialog, edukasi, dan solusi bersama tanpa menimbulkan konflik antara pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga: Usulan Pembangunan Jembatan Barombong Makassar Ditolak Pusat, Ini Alasannya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bebas dari Paving Block! 6 Km Jalan Tamalanrea Raya Makassar Dihotmix
-
Siang Jual Bendera, Malam Jualan Sari Laut: Cerita Pedagang Musiman Menjemput Rezeki Kemerdekaan
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone
-
Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Kolaborasi Himbara, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Masyarakat
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan