Muhammad Yunus
Senin, 22 Juni 2026 | 12:59 WIB
Pemadam kebakaran kabupaten Maros berusaha memadamkan api yang menghanguskan satu unit rumah dan menewaskan seorang balita [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Damkarmat Makassar mencatat 86 peristiwa kebakaran yang menghanguskan 75 bangunan selama periode Januari hingga pertengahan Juni 2026.
  • Penyebab utama kebakaran di Makassar diduga berasal dari kelalaian penggunaan perangkat elektronik serta pemasangan instalasi listrik yang tidak standar.
  • Kebakaran besar di gudang PT Citra Aroma Indo pada 19 Juni 2026 menyebabkan kerugian material mencapai Rp7 miliar lebih.

SuaraSulsel.id - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melansir sebanyak 75 rumah dan bangunan ludes terbakar sepanjang Januari sampai pertengahan Juni 2026 di sejumlah titik pemukiman warga, hingga gudang pabrik sehingga masyarakat diminta lebih waspada.

"Kejadian peristiwa kebakaran ini dari data kemungkinan besar diduga karena kelalaian dalam menggunakan perangkat elektronik yang berhubungan listrik, termasuk instalasi listrik tidak laik atau tidak sesuai standar," ujar Kepala Bagian Operasi Damkarmat Makassar Cakrawala, Minggu (21/6).

Dari data Damkarmat Makassar, tercatat kasus kejadian kebakaran dari awal Januari hingga 18 Juni 2026 sebanyak 86 peristiwa, dan didominasi rumah terbakar. Sebanyak 75 unit rumah, bangunan dan gudang dilalap si jago merah.

Tercatat, sebanyak 24 unit kendaraan, delapan unit toko maupun kafe, tiga bangunan sekolah, serta satu unit hotel atau asrama terbakar. Jumlah kejadian kebakaran tertinggi pada Februari 2026 sebanyak 16 rumah, disusul kebakaran alang-alang, sampah sebanyak 27 kejadian.

Sementara untuk data lima tahun terakhir, peristiwa kebakaran tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebanyak 393 kali, selanjutnya tahun 2025 tercatat 258 kejadian, tahun 2024 sebanyak 303 kejadian, tahun 2022 sebanyak 151 kejadian dan 138 kali kejadian pada 2021.

Merujuk dari kejadian itu, kata Cakrawala, masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan termasuk dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan memperhatikan perangat elektronik, instalasi listrik serta penggunaan kompor.

Pihaknya terus mengingatkan warga Kota Makassar agar senantiasa menjaga lingkungannya serta menghubungi layanan darurat Damkarmat Makassar bila terjadi kejadian di nomor 0811410113 atau melaporkan situasi darurat lainnya ke aplikasi Lontara+ resmi milik Pemerintah Kota Makassar.

"Potensi kebakaran selalu ada di sekitar kita, oleh karena itu mari kita peka, maupun peduli karena ini demi keselamatan bersama. Bila menemukan peristiwa kebakaran segera dilaporkan," tuturnya.

Sebelumnya, peristiwa kebakaran besar terjadi di Komplek Pergudangan Parangloe, KIMA, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, pada Jumat 19 Juni 2026. Api melalap habis gudang tersebut berisi bahan minyak nilam.

Baca Juga: Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi

Sebanyak enam ton minyak nilam siap ekspor yang diperkirakan senilai Rp7 miliar, serta satu mobil dan tiga motor ikut terbakar saat kejadian tersebut.

Penanggungjawab Gudang PT Citra Aroma Indo Muhammad Agus Sulistiyono Zainal mengungkapkan, untuk barang tersimpan dalam gudang yakni minyak Nilam sebanyak 6.000 liter atau 6 ton, motor, mobil, perangkat elektronik dan ponsel maupun mesin pengolahan minyak.

Rencananya, minyak ini akan di ekspor ke luar negeri dengan rute tujuan Prancis, Spanyol, Srilanka serta sejumlah negara-negara di wilayah timur. Gudang tersebut belum lama beroperasi.

"Diperkirakan kerugian sekitar Rp7 miliar lebih, karena ada enam ton lebih minyak yang akan diekspor ke luar negeri. Tiga motor terbakar dan bodi depan mobil ikut terbakar. Ponsel karyawan dan Laptop pimpinan dan karyawan juga habis terbakar," tuturnya.

Selain itu, kata Agus menambahkan, selain kerugian materiil, dua karyawati gudang terluka karena terkena percikan api saat berusaha memadamkan dengan alat pemadam kebakaran ringan atau APAR. Awal kemunculan api itu di ruang resepsionis, diduga terjadi arus pendek atau korsleting listrik.

Komandan Tim Damkar Fadli menyebutkan, sebanyak 28 unit armada diturunkan dengan 100 orang personil untuk memadamkan api sejak terbakar pada pukul 12.45 WITA. Armada terpaksa bolak balik mengisi air untuk mematikan api, mengingat selain material minyak, ada kabel listrik dan plastik mudah terbakar

Load More