- Universitas Negeri Makassar menyerahkan penanganan kasus dugaan KDRT oknum dosen kepada pihak kepolisian agar ditindaklanjuti secara hukum.
- Korban telah melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya selama tahun 2024 hingga 2025 ke Polda Sumatera Barat pada Januari 2026.
- Pihak kampus UNM akan menentukan sanksi bagi pelaku setelah mendapatkan kepastian hukum terkait laporan tindak pidana tersebut.
SuaraSulsel.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan KDRT yang dilakukan oknum dosen kepada istrinya ke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
Humas UNM Burhanuddin di Makassar, mengatakan dirinya belum mengetahui adanya kasus dugaan KDRT yang melibatkan salah satu dosen di kampus itu namun pihaknya mendukung untuk mengusutnya.
"Ya, kita serahkan ke pihak berwajib kalau pihak keluarga sudah melapor ke pihak kepolisian," ujarnya, Sabtu (13/6).
Terkait ancaman sanksi terhadap pelaku KDRT, UNM memilih menunggu untuk melihat perkembangan termasuk kepastian hukum ke depan.
Sebelumnya, Ibu korban berinisial M menyampaikan laporan KDRT anaknya tersebut telah dilayangkan ke Polda Sumatera Barat pada 19 Januari 2026 mengingat korban saat ini berada di Kota Padang bersama orang tuanya.
Dugaan KDRT tersebut dialami korban saat pasangan suami tersebut berdomisili di wilayah Patemon, Kota Semarang, Jawa Tengah, selama periode pertengahan 2024 hingga medio 2025. Saat itu terlapor merupakan juga seorang dosen di salah satu kampus negeri.
Selama di Kota Makassar, lanjut ibu korban, KDRT juga masih kerap dialami korban hingga akhir tahun 2025.
Akhirnya, pada 1 Januari 2026, korban kabur meninggalkan rumah suaminya ke Kota Padang karena tidak kuat menghadapi kekerasan.
Orang tua korban berharap kasus ini segera diselesaikan dan tersangka mendapat hukuman yang setimpal.
Baca Juga: Wali Kota Kendari Laporkan Suami ke Polisi
Sementara itu, korban saat ini masih trauma dan mengalami kesakitan di beberapa bagian tubuh akibat kekerasan yang dilakukan suaminya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Proyek Strategis Nasional Blok Masela Dikawal Ketat Polisi
-
Lulusan SMA Unggulan Makassar Jual Es Kopi Keliling: Kisah Wahyudi dan Mimpi yang Tertunda
-
Tiga Tahun Daeng Sangkala Lumpuh di Gubuk Sederhana
-
Penjelasan Unhas Terkait 28 Mahasiswa Disebut Diskor Karena Kritik Program MBG
-
30 Tahun Kuasai Trotoar, Warung Legendaris Pallubasa Serigala Akhirnya Dibongkar Paksa