- BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami usai gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Laut Sulawesi pada Senin pagi, 8 Juni 2026.
- Peringatan tsunami diberlakukan bagi masyarakat pesisir di wilayah Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
- Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa yang berpusat di Kabupaten Sangihe.
SuaraSulsel.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pagi.
Gempa tersebut berpusat di 236 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur pada kedalaman 105 kilometer.
Gempa tersebut dinyatakan berpotensi memicu tsunami sehingga BMKG segera menerbitkan peringatan dini bagi sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur.
Wilayah yang masuk dalam peringatan dini tsunami meliputi Provinsi Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di kawasan pesisir pada daerah tersebut untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas kebencanaan setempat.
BMKG juga menegaskan bahwa informasi awal gempa bumi dapat mengalami pembaruan seiring dengan proses analisis lanjutan oleh para ahli seismologi.
Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada sumber resmi BMKG maupun instansi penanggulangan bencana.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
Baca Juga: BMKG Sebut Aktivitas Ini Sebabkan Gempa Bumi di Kendari
Namun, otoritas terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah terdampak, termasuk kemungkinan perubahan status peringatan tsunami.
Masyarakat di daerah pesisir yang masuk dalam cakupan peringatan dini tsunami diminta menjauhi pantai untuk sementara waktu dan segera menuju tempat yang lebih tinggi apabila menerima instruksi evakuasi dari pihak berwenang. BMKG menyatakan akan terus memperbarui informasi seiring hasil pemantauan dan analisis terbaru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar
-
Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?