Muhammad Yunus
Selasa, 19 Mei 2026 | 12:01 WIB
Relawan Rumah Zakat asal Makassar, Andi Angga Prasadewa mengabarkan dirinya ditangkap pasukan Israel saat berada dalam armada bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Palestina [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Sembilan WNI ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza di Mediterania.
  • Relawan dan jurnalis Indonesia tersebut ditangkap oleh otoritas Israel ketika berada di perairan internasional dekat Siprus.
  • Pemerintah Indonesia sedang melakukan koordinasi untuk memastikan keselamatan serta mengupayakan pembebasan seluruh relawan yang telah ditahan tersebut.

SuaraSulsel.id - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Palestina, di perairan dekat Siprus, Mediterania Timur.

Salah satu di antaranya adalah Andi Angga Prasadewa, relawan asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Kabar penangkapan itu mencuat setelah beredar video Andi Angga yang direkam sebelum insiden terjadi. Video tersebut diunggah melalui akun media sosial Rumah Zakat.

"Jika Anda menonton video ini berarti saya telah diculik zionis Israel di perairan internasional. Saya adalah bagian dari misi Global Peace Convoy Indonesia yang berlayar menuju Gaza untuk menunjukkan solidaritas dengan rakyat Gaza," kata Andi Angga dalam video tersebut.

Dalam rekaman itu, Andi juga meminta Pemerintah Indonesia menempuh jalur hukum untuk membebaskan para relawan yang ditahan.

"Penculikan saya ini sekali lagi menunjukkan bahwa rezim zionis Israel dan pendukungnya bertindak untuk melanjutkan pengepungan dan genosida mereka. Dunia harus bangkit. Pemerintah Indonesia harus menempuh jalur hukum untuk membebaskan kami dari penculikan yang semena-mena ini," lanjutnya.

Selain Andi Angga, terdapat pula tiga jurnalis Indonesia yang ikut dalam rombongan dan dilaporkan ditangkap, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Mereka berada dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, konvoi internasional yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

Misi tersebut digagas sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina yang masih menghadapi blokade total Israel di tengah agresi berkepanjangan di wilayah Gaza.

Baca Juga: Diserang Usai Bungkam PSM Makassar, Begini Kondisi Terkini Skuad Persib Bandung

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Andi Angga merupakan delegasi dari GPCI bersama Rumah Zakat dan berada di kapal Josef saat insiden terjadi.

Andi dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Relawan Nusantara di Makassar periode 2022-2023.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai kondisi para relawan Indonesia setelah penangkapan tersebut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Selatan, Bustanul mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian itu. Meski demikian, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk memastikan informasi dan perkembangan terbaru.

"Kami segera koordinasi dengan Kemenlu," katanya, Selasa, 19 Mei 2026.

Sementara itu, CEO Rumah Zakat yang juga anggota Dewan Pengarah GPCI, Irvan Nugraha menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan yang dilakukan pasukan Israel terhadap armada relawan kemanusiaan tersebut.

Load More