- Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 2,8 mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Rabu, 15 April 2026 pagi.
- Pusat gempa dangkal berada di darat akibat aktivitas sesar Kendari North dengan kedalaman mencapai tiga kilometer.
- Guncangan dirasakan masyarakat skala III MMI, namun tidak dilaporkan adanya kerusakan bangunan maupun gempa bumi susulan.
SuaraSulsel.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diguncang gempa bumi akibat aktivitas sesar Kendari North.
“Hari Rabu, 15 April 2026, pukul 07.00 WITA, wilayah Kendari, Sultra diguncang gempa bumi tektonik,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil saat dihubungi di Kendari, Rabu (15/4).
Nasrol Adil menyebutkan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo 2,8.
Dia menyampaikan episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 3.97 Lintang Selatan (LS) dan 122,53 Bujur Timur (BT).
“Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 3 kilometer Timur Kendari, Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 3 kilometer,” ujarnya.
Nasrol Adil menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Kendari North.
Ia mengungkapkan berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap dan laporan masyarakat, gempa bumi itu menimbulkan guncangan yang dirasakan di Kendari dengan skala intensitas III MMI.
“Getaran yang dirasakan nyata dalam rumah dan terasa kegiatan seakan-akan ada truk yang berlalu,” kata Nasrol Adil.
Meski begitu, ia mengklaim hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait adanya dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Baca Juga: Viral Napi Korupsi Asyik Ngopi di Luar Rutan, Petugas Pengawal Langsung Dicopot
“Hingga pukul 07.30 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan atau aftershock,” katanya.
Nasrol Adil mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi BMKG melalui kanal komunikasi terverifikasi, seperti website resmi, aplikasi Mobile Apps Info BMKG, atau media sosial @infoBMKG.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Gubernur Sulsel: Proses Seleksi Paskibraka Sesuai Mekanisme
-
Ini Daftar Direksi dan Komisaris Baru Hasil RUPST PT Vale
-
Tarif Listrik April Hingga Juni 2026 Naik? Ini Penjelasan PLN
-
Gubernur Sulsel Apresiasi Polda dan TNI Bongkar Jaringan Penyelundup BBM Subsidi
-
Negara Rugi Rp361 Miliar, Terbongkar Jaringan Penyelundup Solar Subsidi dari Sulsel ke Kalimantan