- Gempa berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Maluku Barat Daya pada Jumat pagi, 24 April 2026 pukul 05.13 WIB.
- Pusat gempa berada di kedalaman 143 kilometer di bawah permukaan laut, tepatnya 184 kilometer timur laut Maluku Barat Daya.
- BMKG menyatakan gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak guncangan.
SuaraSulsel.id - Ketenangan Jumat pagi (24/4/2026) di wilayah kepulauan Maluku terusik oleh aktivitas tektonik yang signifikan. Saat sebagian besar masyarakat baru memulai aktivitas atau bahkan masih terlelap, sebuah gempa bumi dengan parameter yang cukup kuat, yakni Magnitudo (M) 5,1, mengguncang wilayah Maluku Barat Daya (MBD).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera merespons situasi ini dengan mengeluarkan analisis cepat untuk menenangkan masyarakat.
Berdasarkan data resmi yang dilansir BMKG tak lama setelah kejadian, gempa tersebut terjadi tepat pada pukul 05.13 WIB. Guncangan ini menjadi "alarm pagi" yang mengejutkan bagi penduduk di wilayah yang memang dikenal akrab dengan aktivitas seismik tersebut.
Analisis lokasi episenter menunjukkan pusat gempa berada di koordinat 7,42 Lintang Selatan dan 129,28 Bujur Timur. Secara geografis, lokasi ini berjarak sekitar 184 kilometer arah timur laut dari Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.
Meskipun berpusat di laut, data krusial yang melegakan masyarakat adalah mengenai kedalaman sumber gempa.
BMKG mencatat bahwa hiposenter atau pusat gempa berada pada kedalaman 143 kilometer di bawah permukaan laut. Dalam klasifikasi seismologi, kedalaman ini termasuk dalam kategori gempa bumi menengah (intermediate-depth earthquake). Karakteristik gempa jenis ini berbeda dengan gempa dangkal yang seringkali menimbulkan kerusakan hebat di permukaan meski magnitudonya sama.
Lebih penting lagi, BMKG secara tegas menyatakan bahwa berdasarkan pemodelan matematis dan analisis data, gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini disebabkan karena meskipun berpusat di laut dan memiliki magnitudo yang cukup, mekanisme sumber dan kedalamannya tidak cukup signifikan untuk memicu deformasi besar di dasar laut yang dapat memindahkan kolom air dalam volume masif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045