- Ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh 6,88 persen pada triwulan I 2026 dengan total nilai tambah mencapai Rp191,28 triliun.
- Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar PDRB sebesar 23,71 persen sekaligus penyerap tenaga kerja utama di provinsi tersebut.
- Pertumbuhan ekonomi berdampak positif pada penyerapan 4,75 juta tenaga kerja serta peningkatan proporsi pekerja penuh waktu daerah.
SuaraSulsel.id - Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan tumbuh 6,88 persen (year-on-year) pada triwulan I 2026. Pertumbuhan ini diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja serta perbaikan kualitas pekerjaan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Aryanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan kinerja ekonomi daerah yang tetap kuat.
“Provinsi Sulawesi Selatan tumbuh sebesar 6,88 persen (y-on-y),” ujar Aryanto di Kantor BPS Sulawesi Selatan, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pada triwulan I 2026, perekonomian Sulawesi Selatan menghasilkan nilai tambah sebesar Rp191,28 triliun (atas dasar harga berlaku).
Selain itu, BPS Sulawesi Selatan juga merilis sejumlah indikator lain, termasuk data ketenagakerjaan Februari 2026 dan Indeks Ketimpangan Gender 2025.
Jumlah penduduk bekerja di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 4,75 juta orang, meningkat sekitar 170,90 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang semakin berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
Dari sisi kualitas pekerjaan, proporsi pekerja penuh waktu meningkat menjadi 62,49 persen atau naik sekitar 5,05 persen poin.
Sementara itu, tingkat setengah pengangguran turun menjadi 6,17 persen dari sebelumnya 8,05 persen, yang mencerminkan pergeseran menuju pekerjaan yang lebih stabil dan produktif.
Baca Juga: Berapa Kuota BBM Subsidi Sulsel Per Tahun? Ini Penjelasan Pertamina
Struktur ekonomi Sulawesi Selatan masih ditopang sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi.
Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi 23,71 persen.
Selain sebagai kontributor utama ekonomi, sektor pertanian juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, yakni sekitar 34,06 persen atau setara 1,62 juta orang.
Hal ini menegaskan peran strategis sektor pertanian dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya di wilayah pedesaan.
Secara nasional, Sulawesi Selatan masuk dalam enam besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan I 2026, berada di atas sejumlah provinsi besar seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta.
Kontribusi Sulawesi Selatan terhadap perekonomian nasional tercatat sebesar 3,10 persen, memperkuat posisinya sebagai salah satu motor utama ekonomi di Kawasan Timur Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Bukan Sekadar Kartu, BRIZZI ARKIV Bawa Cerita Karya Lokal ke Blok M Hub
-
6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital
-
Cekcok soal Parkir Rp10 Ribu, Ojol Ditikam Jukir di Samping Mal Ratu Indah
-
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Pompa Ponton Atasi Kekeringan di Musim Tanam Sela
-
Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah