- BPS Sulawesi Selatan mencatat Nilai Tukar Petani naik 0,02 persen menjadi 115,52 pada bulan April 2026.
- Kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,32 persen melampaui kenaikan biaya produksi sebesar 0,30 persen.
- Subsektor tanaman pangan dan hortikultura mengalami kenaikan, sementara sektor perkebunan, peternakan, serta perikanan mencatat penurunan nilai tukar.
SuaraSulsel.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat nilai tukar petani (NTP) pada April 2026 tercatat 115,52 mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya pada Maret 2026 sebesar 115,49.
"Kenaikan ini mencerminkan membaiknya tingkat kesejahteraan petani secara umum yang disebabkan oleh meningkatnya harga yang diterima petani dibandingkan dengan harga yang dibayar untuk konsumsi maupun biaya produksi," ujar Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto di Makassar, Senin (4/5).
Dia mengatakan kenaikan NTP tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada bulan April 2026, NTP di Sulawesi Selatan secara umum mengalami kenaikan yaitu sebesar 0,02 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
NTP bulan Maret 2026 sebesar 115,49 naik menjadi 115,52 pada bulan April 2026. Kenaikan NTP tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).
It mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen sementara Ib naik sebesar 0,30 persen.
NTP gabungan ini merupakan rata-rata dari lima subsektor pertanian utama. Pada bulan April 2026, NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 112,78.
Subsektor Hortikultura (NTPH) sebesar 135,63, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 119,26, Subsektor Peternakan (NTPT) sebesar 111,77, dan Subsektor Perikanan (NTNP) sebesar 120,28.
Dari lima subsektor pertanian tersebut, mengalami penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) dibanding bulan sebelumnya, yaitu Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,34 persen, Subsektor Peternakan sebesar 1,13 persen dan Subsektor Perikanan sebesar 0,29 persen.
Baca Juga: Gawat! Ekspor Sulsel Tertekan, Nikel Tak Lagi Perkasa
Adapun subsektor yang mengalami kenaikan NTP yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,97 persen; dan Subsektor Hortikultura sebesar 5,51 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
285 Jiwa di Parigi Moutong Terdampak Gempa
-
Pemprov Sultra Bakal Lelang Kendaraan Dinas, Ini Jadwal dan Cara Ikut
-
Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi
-
Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi