- Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar menyiapkan lahan pemakaman baru untuk mengantisipasi krisis lahan yang diprediksi terjadi pada 2028.
- Peningkatan populasi menyebabkan TPU di Makassar mendekati kapasitas maksimal sehingga berpotensi menimbulkan persoalan sosial bagi masyarakat setempat.
- Pemerintah Kota Makassar kini melakukan kajian pemetaan lokasi serta mempertimbangkan sistem pemakaman bertingkat untuk mengatasi keterbatasan ruang.
SuaraSulsel.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Sulawesi Selatan mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan lahan pemakaman yang diperkirakan mencapai keadaan kritis pada 2028 dengan menyiapkan lahan pemakaman baru.
"Salah satu upaya yang disiapkan adalah pembukaan lahan pemakaman baru guna menghindari kondisi 'overload' di tempat pemakaman umum (TPU) yang ada saat ini," kata Kepala DLH Makassar Helmy Budiman di Makassar, Selasa (5/5).
Dia mengatakan sejumlah TPU di Kota Makassar saat ini sudah mendekati kapasitas maksimal, salah satu di antaranya TPU Sudiang.
Jika tidak segera diantisipasi, kata dia, dalam 1,5 tahun ke depan ketersediaan lahan pemakaman semakin terbatas sehingga berpotensi menimbulkan persoalan sosial di masyarakat.
Menurut dia, pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kebutuhan lahan pemakaman.
Selain itu, keterbatasan ruang terbuka di wilayah perkotaan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menyediakan lahan baru.
Saat ini, DLH Makassar sedang melakukan kajian serta pemetaan lokasi yang dinilai layak untuk dijadikan kawasan pemakaman baru.
Proses ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan dan kelurahan, guna memastikan lokasi yang dipilih tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat sekitar.
Pihaknya juga mempertimbangkan optimalisasi pemakaman yang sudah ada, termasuk penerapan sistem pemakaman bertingkat atau penggunaan kembali lahan makam lama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: 60 Lapak PKL di Samping SMKN 4 Makassar Dibongkar
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah sambil menunggu kesiapan lahan baru yang membutuhkan biaya yang cukup besar, karena harga lahan atau tanah terus meningkat.
Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa penyediaan lahan pemakaman bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat.
Oleh karena itu, perencanaan dilakukan secara matang agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dia mengimbau masyarakat mulai memahami pentingnya pengelolaan lahan pemakaman secara efisien.
Edukasi terkait dengan sistem pemakaman modern dan ramah lingkungan menjadi salah satu fokus yang akan digencarkan ke depan.
Dengan langkah antisipatif ini, DLH Makassar berharap, krisis lahan pemakaman pada 2028 dapat dihindari, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diperiksa Kasus Dugaan Kekerasan Anak, Oknum TNI AD di Kendari Kabur Saat Diinterogasi
-
Dukung Makan Bergizi Gratis, Unhas Siap Jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur
-
Makassar Bakal Kehabisan Tempat Pemakaman di 2028, Apa Langkah Pemkot?
-
Teror Kejahatan di Kota Makassar Kian Marak, Apa Pemicunya?
-
Unhas Kampus Pertama Kelola MBG, Rektor: Ini Laboratorium Nyata Bagi Kami