- Kota Makassar mengalami lonjakan kasus kekerasan jalanan, perampokan, dan premanisme yang dilakukan oleh kelompok remaja selama Mei 2026.
- Para ahli menilai kriminalitas tersebut dipicu oleh tekanan ekonomi serta minimnya lapangan kerja bagi kelompok usia muda.
- Polisi melakukan penindakan hukum dan pendekatan sosial, namun pakar menekankan perlunya solusi ekonomi untuk mengatasi akar masalah.
SuaraSulsel.id - Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kasus kekerasan jalanan hingga praktik premanisme kembali mencuat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Rentetan peristiwa ini bukan hanya memunculkan kekhawatiran soal keamanan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan: apakah meningkatnya kriminalitas berkaitan dengan tekanan ekonomi dan terbatasnya akses pekerjaan, khususnya bagi anak muda?
Dari Geng Motor, Premanisme Hingga Perampokan
Dini hari 1 Mei 2026, seorang pengendara motor diserang di halaman minimarket di Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala.
Empat orang pemuda yang diduga anggota geng motor akhirnya berhasil ditangkap pada, Senin 4 Mei 2026 saat sedang pesta minuman keras.
Para pelaku menyerang korbannya secara brutal menggunakan dengan parang dan busur panah. Korban mengalami luka di bagian kepala akibat tebasan senjata tajam.
Di waktu yang hampir bersamaan, sekelompok orang juga dilaporkan menyerang sebuah rumah di Kecamatan Bontoala.
Mereka merusak kendaraan dan bagian rumah, bahkan terlihat membawa pistol.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menambah daftar panjang aksi koboy pemuda yang meresahkan warga.
Baca Juga: Kenapa Makassar Masuk 10 Besar Kota Toleran?
Sebelumnya, seorang remaja 18 tahun juga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Pantai Losari pada 25 April 2026 malam.
Tujuh pelaku yang ternyata geng motor masih berusia muda ditangkap beberapa hari kemudian.
Polisi menyebut korban awalnya hanya duduk makan sebelum dihampiri, dipukul, lalu dibawa ke kawasan Tanjung Bunga untuk kembali dianiaya.
Kasus lain terjadi pada 3 Mei 2026 di Jalan Minasaupa, Kecamatan Rappocini.
Seorang pelaku perampokan masuk ke rumah seorang pengusaha beras dengan memanjat pagar dan mencongkel jendela.
Selain mencuri barang, pelaku juga diduga mencoba melakukan kekerasan seksual terhadap asisten rumah tangga berusia 18 tahun. Korban berhasil melawan, sementara pelaku melarikan diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Beragam Promo KPR, KKB, hingga Travel Fair
-
Siap Kerja! Kolaborasi Hino dan SMKN 5 Makassar Perkuat Kompetensi Siswa
-
Warga Makassar, Saatnya Wujudkan Impian Punya Rumah dan Kendaraan Lewat BRI Consumer Expo 2026
-
Ayah Asyik Nonton Piala Dunia, Anak Tewas Terjebak Kebakaran
-
Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Lawan Kejati: Kenapa Saya, Bukan Kepala Dinas?