- Menteri Lingkungan Hidup menetapkan 20 wilayah aglomerasi pada 47 kabupaten/kota sebagai prioritas investasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
- Kebijakan ini merupakan arahan Presiden Prabowo untuk menangani wilayah dengan timbulan sampah harian lebih dari 1.000 ton.
- Pemerintah total mengidentifikasi 31 wilayah aglomerasi di 86 kabupaten/kota untuk tindak lanjut investasi serta manajemen operasional pengelolaan sampah.
SuaraSulsel.id - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menetapkan sebanyak 20 wilayah aglomerasi pada 47 kabupaten/kota akan menjadi prioritas investasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Hanif menyampaikan Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan di wilayah kota dan aglomerasi yang timbulan sampahnya lebih dari 1.000 ton per hari agar diprioritaskan dalam PSEL.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di Gedung Danantara, Jakarta, Selasa (14/4).
"Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menetapkan 20 aglomerasi pada 47 kabupaten dan kota. Dari 20 aglomerasi tersebut, empat aglomerasi telah dilengkapkan oleh Danantara, sisanya sebanyak 16 sudah lengkap, dan untuk yang lainnya kami lengkapi kemudian," katanya.
Hanif menjelaskan 20 wilayah aglomerasi tersebut telah memenuhi syarat tahap pertama dan mendapatkan surat keputusan resmi dari KLH.
Sementara itu, untuk kota dengan timbulan 500–1.000 ton per hari, tidak memenuhi syarat utama Peraturan Presiden (Perpres) yang menetapkan wilayah prioritas PSEL dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton.
Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan evaluasi dari tim gabungan, terdapat tujuh wilayah aglomerasi pada 26 kabupaten/kota dengan timbulan sampah 500-1.000 ton per hari.
"Tim gabungan telah menyatakan kecukupannya dan kesesuaian syarat untuk pembangunan PSEL, sehingga Menteri LH telah memberikan surat rekomendasi. Mengapa tidak surat keputusan? Karena dalam Perpres 109 yang boleh digunakan PSEL adalah aglomerasi kota dengan timbulan sampah 1.000 ton atau lebih per hari," katanya.
Ia melanjutkan, masih terdapat empat wilayah aglomerasi di 14 kabupaten/kota yang masih dalam tahap verifikasi dan belum mendapatkan rekomendasi karena prasyarat belum lengkap.
Baca Juga: 8 Fakta Kondisi Sampah di Kota Makassar Perlu Diketahui Warga
Oleh karena itu Hanif mengemukakan hingga saat ini terdapat total 31 wilayah aglomerasi pada 86 kabupaten/kota yang diserahkan untuk tindak lanjut investasi PSEL.
"Kementerian LH akan terus mengawal pembangunan dan manajemen lapangan," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengemukakan, Danantara dan KLH terus berkolaborasi untuk berinvestasi pada kemungkinan teknologi-teknologi lain yang mendukung program PSEL.
"Kita terbuka untuk teknologi yang lain, tetapi yang penting, memang kita memprioritaskan teknologi yang sudah terbukti berjalan dengan baik di banyak negara," ujar Rosan.
Saat ini, pemerintah memprioritaskan pekerjaan PSEL ini bisa berjalan baik, cepat, dan yang paling penting diterima oleh masyarakat, terutama di lingkungan tempat pengelolaan sampah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045