- Bupati Bulukumba membantah dugaan kerugian negara pada proyek pembangunan Pasar Sentral karena konstruksi telah teruji aman secara teknis.
- Hasil pengujian independen Universitas Negeri Makassar menyatakan kualitas beton dan pembesian bangunan telah melampaui standar teknis yang ditetapkan.
- Pemerintah Kabupaten Bulukumba siap kooperatif terhadap proses hukum yang sedang dilakukan Kejaksaan Negeri terkait laporan dugaan korupsi proyek tersebut.
SuaraSulsel.id - Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf, dengan tegas membantah adanya dugaan kerugian negara dalam proyek pembangunan Pasar Sentral Bulukumba.
Berdasarkan latar belakangnya sebagai pengusaha di bidang properti, ia memastikan bahwa konstruksi bangunan telah memenuhi standar kelayakan teknis dan aman digunakan oleh masyarakat.
Muchtar menjelaskan bahwa secara teknis, kualitas bangunan Pasar Sentral Bulukumba sangat layak, yang dibuktikan melalui pengujian independen oleh tim dari Universitas Negeri Makassar (UNM) menggunakan metode hammer test dan boring.
Muchtar memaparkan bahwa kekuatan beton yang diwajibkan dalam proyek tersebut adalah K-250.
Namun, hasil pengujian di lapangan menunjukkan angka kekerasan beton berada di kisaran 270 hingga 283, yang berarti melampaui standar minimal yang ditetapkan.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa ketebalan dan ukuran pembesian telah diperiksa dan sesuai dengan spesifikasi teknis.
Ia merasa heran jika masih ada pihak yang mempersoalkan kekuatan konstruksi tersebut, mengingat dirinya sendiri memiliki pengalaman di pabrik beton dan sangat memahami seluk-beluk bahan bangunan.
Lebih lanjut, Bupati Bulukumba mengaku bingung jika ada pihak yang mengklaim menemukan kerugian negara. Karena semua rekomendasi BPK telah dilakukan.
Menurutnya, temuan awal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah ditindaklanjuti oleh rekanan dan dianggap selesai.
Baca Juga: Dari Rumah di Makassar, Brand Fashion Cambridge Laris di Pasar Online Nasional
Terlebih lagi, Pemerintah Kabupaten Bulukumba telah berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang menunjukkan tidak adanya temuan penyimpangan atau kerugian yang signifikan.
Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu data resmi dari kejaksaan terkait dasar perhitungan kerugian negara yang dilaporkan tersebut.
Di sisi lain, Muchtar memastikan bahwa Pasar Sentral Bulukumba telah beroperasi secara normal dan aman bagi para pedagang serta masyarakat umum sejak awal dibuka.
Ia menegaskan tidak akan membiarkan ada cacat konstruksi yang membahayakan publik di bawah kepemimpinannya. Satu-satunya catatan yang ia miliki hanyalah terkait kerapian pada tahap penyelesaian akhir atau finishing.
Menurutnya, hal tersebut murni masalah estetika yang dipengaruhi oleh standar pribadinya yang cukup tinggi, dan sama sekali tidak berkaitan dengan kekuatan struktur bangunan.
Siap Bekerja Sama Dengan Kejaksaan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diperiksa Kasus Dugaan Kekerasan Anak, Oknum TNI AD di Kendari Kabur Saat Diinterogasi
-
Dukung Makan Bergizi Gratis, Unhas Siap Jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur
-
Makassar Bakal Kehabisan Tempat Pemakaman di 2028, Apa Langkah Pemkot?
-
Teror Kejahatan di Kota Makassar Kian Marak, Apa Pemicunya?
-
Unhas Kampus Pertama Kelola MBG, Rektor: Ini Laboratorium Nyata Bagi Kami