Muhammad Yunus
Rabu, 01 April 2026 | 17:21 WIB
Aksi sadis dilakukan seorang pria dan lansia di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Keduanya membunuh Idris Bin Hari karena alasan dendam [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Syamsir dan rekannya, Mellanio, membunuh Idris Bin Hari di Kabupaten Bulukumba pada 30 Maret 2026 secara terencana.
  • Pelaku menghabisi nyawa korban saat tertidur akibat motif dendam karena masalah pribadi dan status hubungan keluarga.
  • Polres Bulukumba berhasil menangkap kedua tersangka yang kini terancam hukuman berat atas dakwaan kasus pembunuhan berencana.

SuaraSulsel.id - Kasus pembunuhan sadis menggegerkan warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Seorang pria bernama Syamsir (35) nekat menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri, Idris Bin Hari (61) diduga dilatarbelakangi dendam lama karena tidak diakui sebagai anak.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin malam, 30 Maret 2026 di kediaman korban, di di Mariorennu, Kecamatan Gantarang.

Dalam melancarkan aksinya, Syamsir tidak bertindak sendiri. Ia dibantu oleh seorang pria lanjut usia yang juga merupakan tetangganya, Mellanio (72).

Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto mengungkap pembunuhan tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya oleh kedua pelaku.

Pada malam kejadian, sekitar pukul 23.00 Wita, Syamsir dan Mellanio diketahui bertemu untuk menyusun rencana menghabisi korban.

"Setelah pertemuan itu, sekitar dua jam kemudian, keduanya langsung melaksanakan aksinya," ujar Restu dalam keterangannya kepada media, Rabu, 1 April 2026.

Peristiwa berawal saat kedua pelaku mendatangi rumah korban dengan alasan bertamu. Namun, niat tersebut ternyata menjadi bagian dari rencana pembunuhan.

Setelah memastikan kondisi aman, keduanya menunggu hingga korban tertidur.

Baca Juga: Emosi Tengah Malam, Perwira Polisi di Bulukumba Diduga Aniaya Warga

Dalam kondisi korban terlelap, Mellanio lebih dahulu melakukan aksi dengan menggorok leher korban.

Syamsir yang mengaku tidak tega membunuh ayahnya secara langsung, kemudian ikut terlibat dengan menusuk bagian perut ayahnya.

"Pelaku ML melakukan penggorokan di bagian leher saat korban sedang tertidur. SS mengaku tidak tega membunuh langsung ayahnya," jelas Restu.

Usai melakukan aksi pertama, keduanya sempat meninggalkan rumah korban.

Namun, pada larut malam, mereka kembali mendatangi lokasi untuk memastikan korban benar-benar tidak berdaya.

Pada kesempatan itu, tindakan kekerasan kembali dilakukan.

Load More