- Bupati Bulukumba membantah dugaan kerugian negara pada proyek pembangunan Pasar Sentral karena konstruksi telah teruji aman secara teknis.
- Hasil pengujian independen Universitas Negeri Makassar menyatakan kualitas beton dan pembesian bangunan telah melampaui standar teknis yang ditetapkan.
- Pemerintah Kabupaten Bulukumba siap kooperatif terhadap proses hukum yang sedang dilakukan Kejaksaan Negeri terkait laporan dugaan korupsi proyek tersebut.
Terkait proses hukum dan penyitaan dokumen oleh kejaksaan, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menyatakan siap bersikap kooperatif melalui biro hukum yang ada untuk mengikuti seluruh prosedur.
Sementara itu, mengenai laporan yang dilayangkan oleh pihak lembaga swadaya masyarakat, Muchtar tidak menutup kemungkinan adanya tendensi politis tertentu di balik pelaporan tersebut.
Ia mengaku tidak mengenal pelapor secara pribadi dan menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini hanyalah memajukan daerah dan kesejahteraan masyarakat Bulukumba tanpa adanya kepentingan politik.
Sementara Sekretaris Daerah Bulukumba Muhammad Ali Saleng mengatakan, kontraktor telah mengembalikan anggaran sekitar Rp1,2 Miliar akibat lebih bayar sesuai rekomendasi BPK.
Hasil pengujian tenaga ahli menunjukkan bahwa struktur bangunan Pasar Sentral Bulukumba yang dikerjakan pada tahap pertama dalam kondisi stabil, aman, dan layak untuk dilanjutkan. Dengan beberapa catatan teknis yang telah ditindaklanjuti melalui pekerjaan perbaikan dan perkuatan struktur.
Semua rekomendasi BPK pada pekerjaan tahap pertama sudah ditindaklanjuti dengan perbaikan. Sehingga proyek tahap 2 bisa dilanjutkan. Dengan total anggaran keseluruhan proyek Rp59 Miliar.
Pemkab Bulukumba menghormati dan mendukung seluruh proses hukum yang berjalan, serta siap bersikap kooperatif dalam memberikan data dan informasi yang dibutuhkan oleh aparat penegak hukum.
"Kami tetap akan kooperatif dan siap memberikan data dan dokumen yang dibutuhkan Kejaksaan," ungkap Saleng.
Kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba Erwin Juma mengatakan laporan dugaan korupsi Pasar Sentral masih tahap penyidikan.
Baca Juga: Dari Rumah di Makassar, Brand Fashion Cambridge Laris di Pasar Online Nasional
"Tidak bisa disampaikan ke publik," katanya.
Sebelumnya pembangunan Pasar Sentral Tahun Anggaran 2023 dan 2024 dilaporkan telah merugikan negara. Sehingga tim dari Kejaksaan melakukan penyelidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rehan Pembobol NASA: Tidak Ada Sistem Digital yang Sempurna
-
Siswa Pembobol Sistem Keamanan NASA Pilih Kuliah di Unhas
-
Detik-detik Mengerikan Bang Tigor Siram Istri Dengan Air Keras
-
Diperiksa Kasus Dugaan Kekerasan Anak, Oknum TNI AD di Kendari Kabur Saat Diinterogasi
-
Dukung Makan Bergizi Gratis, Unhas Siap Jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur